Masa Kampayen Adem Ayem, Aturan Juknis Telat Turun

posbali.id

Denpasar, posbali.id – Massa Kampanye yang sudah dimulai sejak Minggu (23/9/2018) sampai Sabtu (13/9/2019) dipastikan akan menjadi ajang perebutan suara masing-masing calon legislatif (Caleg) setelah ditetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) Pileg 2019. Sayangnya dikabarkan sampai menjelang masa kampanye Petunjuk Teknis (Juknis) dari KPU belum juga telat turun sampai di masing-masing Caleg, sehingga belum berani ke bawah melakukan kampanye terbuka. “Kampanye kan sudah dimulai Minggu besok (kemarin, red). Tapi kok aturan Juknis belum ada. Harusnya sebelum mulai kampanye sudah ada. Bahkan semestinya sudah ada jauh sebelum masa kampanye. Jadi sekarang bisa adem ayem,” keluh salah satu Caleg DPRD Bali dapil Kabupaten Buleleng Dr. Ketut Rochineng, SH.MH ditemui di Denpasar, Sabtu (22/9/2019).

Aturan Juknis ini dirasakan sangat penting untuk memastikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh masing-masing Caleg selama masa kampanye. Mengingat selama ini para Caleg hanya dikumpulkan untuk dapat himbau dari partai pengusung, terutama terkait money politik tanpa tahu pasti aturan yang ditetapkan KPU. “Seperti katanya kalau memberi barang dibatasi harganya. Tapi berapa batas harganya kita tidak tahu. Menyerahkan sumbangan juga tidak boleh. Nah apa saja yang boleh? Itu kita tidak tahu, karena Juknisnya belum kita dapat. Padahal ini mau kampanye,” beber mantan Kepala Badan Kepegawaian Deerah (BKD) Provinsi Bali yang akrab dikenal Rocky N. Itu.

Selain itu, dirasakan Pileg yang berbarengan dengan Pilpres 2019 dirasakan akan sangat ribet, karena setiap pemilih harus mencoblos 5 kertas suara. Padahal dirinya menarget suara bisa melampaui suara 1kursi di DPRD Bali. Karena itu, akan totalitas melaksanakan tugas partai apapun yang dimiliki baik fisik termasuk materi. “Saya curahkan untuk kepentingan partai, karena saya seperti itu. Apalagi saat ini menjelang Pileg dan Pilres yang berbarengan memilih presiden. Karena itu, saya optimis untuk suara Jokowi di Bali minimal 80 persen,” tandas Dewan Penasehat Tim Pemenangan Jokowi Kabupaten Buleleng itu seraya mengakui setelah ditetapkan DCT, hanya bisa melakukan persiapan baik admistrasi maupun pergerakan tim. “Baru siapkan dana kampanye untuk dilaporkan ke KPU melalui partai. Mengikuti arahan dan petunjuk KPU dan partai mengenai tatib dan tata laksanakan proses kampanye biar tak melanggar aturan. Kita mengikuti semua aturan yang dikeluarkan KPU,” imbuhnya.

Terkait pemantapan sosialisasi saat masa kampanye meskipun dirasakan cukup berat bersaing dengan Caleg incumbent yang lebih mudah membawa “oleh-oleh” dana hibah dan bansos, namun karena sudah berbuat banyak sebelum ada Pilkada maupun Pileg dan Pilpres tetap optimis bisa meraih suara siginifikan. Apalagi dikatakan dari dulu sudah melaksanakan Program Bali Santhi yang dirasakan sudah membantu mengentaskan kemiskinan, seperti program bedah rumah dan bagi sembako. “Tapi sekarang tidak dibenarkan bantuan dalam bentuk uang tunai bersifat terbuka. Termasuk menyerahkan bantuan sembako. Sekarang aturan kampanyenya sangat ketat. Jika tidak diikuti bisa di dis (gugur, red) kita,” beber Politisi asal Desa Petemon, Seririt ini.

Karena itulah, saat sosialisasi pengenalan hanya bisa mengajak masyarakat untuk membangun Buleleng. “Karena Caleg tidak boleh menjanjikan sesuatu, itu tidak boleh kita lakukan,” ungkapnya sembari menyebutkan Tim Pemenangan Rocky N. sudah dibentuk di masing-masing kecamatan dan desa. “Modelnya seperti Relawan Semeton Rocky. Jika dibentuk setiap desa hampir 50 dari 100 orang dari sekitar dari 70 desa. Karena sekarang kita hanya bisa mengambil hati masyarakat agar memahami kualitas kita memperjuangkan aspirasi dan usulan masyarakat di kemudian hari. Karena memberikan dan menjanjikan sesuatu tidak boleh. Jadi figur yang dipilih memiliki kualitas pemimpin yang merakyat membangun daerah,” tutupnya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!