Mantra-Kertha dobrak Demokrasi tersandra 

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Mesin partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB), terus bergerilya di wilayah kabupaten Badung. Setelah melakukan sosialisasi di wilayah Kuta Selatan dan Kuta Tengah, Rabu (18/4) pengusung pasangan calon (paslon) Mantra-Kerta sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 tersebut melakukan kunjungan ke tiga tempat bersejarah di wilayah Abiansemal dan Petang. Ketiga tempat tersebut adalah Monumen Perjuangan Rakyat Blumbungan, Puri Agung Carangsari, dan Monumen Perjuangan I Gusti Ngurah Rai. Hadir langsung dalam acara tersebut calon Gubernur Bali, Ida Bagus Dharmawijaya Mantra.

 

Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) Kabupaten Badung, Wayan Muntra menyebut, ada sebuah nilai penting yang dapat dipetik dari tiga tempat bersejarah itu, berkaitan dengan pemilihan calon pemimpin Bali ke depan. Itu adalah nilai perjuangan dan keberanian menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani. “Jujur saya akui, kami terus mencari suatu terobosan agar masyarakat Badung, senantiasa berani melaksanakan demokrasi dengan benar,” sebutnya kepada ratusan pendukung Mantra-Kerta yang berkumpul di pelataran Monumen Perjuangan I Gusti Ngurah Rai, di Desa Carangsari, Petang.

 

Dipaparkannya berkumpulnya para pendukung Mantra Kerta tersebut, sekaligus menjadi bukti sebuah perjuangan. Dimana di wilayah Petang khususnya, dukungan terhadap Mantra-Kerta, sebenarnya sangatlah tinggi. “Siapa yang tidak mengenal pahlawan nasional, I Gusti Ngurah Rai? Beliau berjuang, untuk memperjuangkan kemerdekaan. Memperjuangkan kebebasan. Nah, kita datang ke sini, supaya semangat perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita, itu menular kepada pendukung Mantra-Kerta. Yakni untuk berjuang sebagai pahlawan demokrasi di Badung,” tegasnya dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh AA Ngurah Oka Ratmadi tersebut.

 

Kabupaten Badung, sambung dia, kini dirasa memang sedang membutuhkan sosok pahlawan demokrasi semacam itu. Yang berani mendobrak, kondisi demokrasi yang seolah tersandra. Karena arti sesungguhnya dari demokrasi, tentu adalah kebebasan rakyat dalam menentukan pilihan masing-masing. “Tahun 98 kita pernah yang namanya reformasi. Itu katanya perubahan. Tapi kenapa sekarang sepertinya kita terindikasi mundur dari hal itu. Jadi rugi kita reformasi tahun 98,” sentilnya di hadapan Ida Bagus Dharmawijaya Mantra yang merupakan putra dari Ida Bagus Mantra dan kemenakan dari Kapten Japa.

 

Lebih lanjut, mengenai target kemenangan Mantra-Kerta di Kabupaten Badung, Muntra mengatakan, paling tidak adalah sebanyak 52 persen. Namun demikian dia memastikan, roda perjuangan pemenangan akan terus bergerak, seiring dengan bangkitnya semangat dan keberanian para pendukung Mantra-Kerta sendiri. “Kalau dilihat dari bibit, bobot, dan bebet, sebenarnya tidak ada yang perlu diragukan dan disanksikan lagi dari Mantra-Kerta,” pungkasnya.  023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!