Mantra-Kertha ‘disuguhi’ eksistensi LPD yang mengalami gangguan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Ribuan masa dari kader partai, simpatisan dan elemen masyarakat lainnya tumpah ruah di gedung Amphitheater GWK, Minggu (25/3). Sorak-sorai bergemuruh tatkala tim pemenangan pasangan Mantra-Kertha, bergantian dengan Cagub dan Cawagub dari koalisi rakyat Bali, serta tokoh Puri Satriya, Cokorda Oka Ratmadi bergantian menyampaikan sambutan. Suasana semakin ‘panas’ (bergairah), ketika masyarakat diajak larut dalam kampanye dialogis yang membahas tentang permasalahan di wilayah Badung Selatan dan Bali. Salah satunya adalah terkait eksistensi LPD yang mengalami gangguan likuiditas.

 

Ditemuai usai acara, Calon Gubernur Bali nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra didampingi pasangannya, I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) terlihat sumbringah, dengan sambutan hangat masyarakat dan sejumlah tokoh di kecamatan Kuta Selatan tersebut. Saat disinggung terkait permasalahan LPD yang sempat mengemuka dalam dialog tersebut, Rai Mantra menilai bagaimanapun masalah yang dihadapi LPD, seharusnya itu tidak sampai membuat LPD kolaps. “LPD adalah lembaga yang lekat dengan masyarakat Bali. Sebab LPD dibangun selain untuk menggerakan roda ekonomi, sekaligus sebagai benteng menjaga kebudayaan Bali. Dimana kebudayaan merupakan identitas sekaligus daya tarik Bali,”tegasnya.

 

Jika LPD tersebut bermasalah dalam sisi manajemennya, ia menilai hal itu harusnya dicarikan lagi pengurus yang memiliki semangat dan integrasi tinggi. Sebab pada dasarnya LPD memiliki tujuan untuk melayani umat dan menjaga eksistensi desa adat. Walau LPD merupakan organisasi tradisional, namun tetap harus dikelola secara profesional. Dimana setiap pengurus dan pengawas LPD harusnya diberikan pelatihan dan manajeen yang profesional. Baik melaluo koperasi maupun lembaga lainnya yang dipercaya untuk meningkatkan kompetensi SDM LPD itu sendiri. “Kedepannya LPD harus dikelola oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikat khusus. Sertifikat ini nantinya bisa dikeluarkan oleh lembaga pemerintah seperti koperasi atau dengan menggandeng lembaga-lembaga yang akuntabel. Tidak hanya pengelola tapi pengawas juga perlu mendapat pelatihan kompetensi dan mengatongi sertifikat,”paparnya.

 

Dengan upaya demikian, maka tata kelola LPD kedepannya akan lebih profesional dan bertanggung jawab. Kendati LPD didirikan oleh ayahnya, namun menjaga LPD ditegaskannya merupakan tugas dari seluruh warga Bali. “LPD memiliki fungsi untuk melestarikan budaya secara berkelanjutan. Jadi tanggung jawab kita bersama menjaga integritas dan penguatan LPD karena menyangkut identitias budaya Bali,”tegasnya.

 

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Ungasan, Wayan Disel Astawa berharap agar pasangan Mantra-Kertha bisa terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali selanjutnya. Melalui kepemimpinan IB Rai Dharma Wijaya Mantra, ia meyakini akan ada penyempurnaan bentuk LPD sebagai lembaga perekonomian adat. Hal tersebut berkaca dari sejarah orang tua Rai Mantra yang merupakan penggagas LPD, serya dengan kemampuan Rai Mantra yang cerdas dan bersih.

 

Diketahuinya dari seluruh jumlah LPD saat ini di Bali, 10 persen kondisinya mengalami gangguan likuiditas akibat kesalahan manajemen. Karena itu jika kelak Rai Mantra direstui menjadi Gubernur Bali, ia berharap agar LPD yang masih bermasalah bisa diberikan cadangan dana likuiditas. Sehingga kondisi LPD tersebut bis abangkit dan kembali pulih, disamping juga manajemennya tentu harus ditata kembali. “Bali yang mempunyai anggaran kurang lebih Rp 3 triliun, saya rasa memungkinkan untuk memberikan cadangan likuiditas. Tentunya tekhnisnya nanti harus dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif. Dengqn demikiqn ini akan bisa menggairahkan kondisi LPD yang sakit. Sehingga perekonomian yang ada di desa juga bisa bangkit,”pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *