Mahkota Dewa Wisnu terpasang dan terpasupati, proses terasulit berada pada ekor garuda

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Kendati belum 100 persen modul patung tembaga Garuda Wisnu Kencana (GWK) rampung terpasang, namun upacara Pecaruan telah digelar oleh manajemen, seniman dan semua pihak yang terlibat dalam proyek GWK, Minggu (20/5). Dimana pada moment tersebut sekaligus menjadi waktu pemasangan mahkota patung Dewa Wisnu yang sekaligus dipasupati oleh 4 brahmana siwa-buda. “Sudah 28 tahun, ini adalah perjuangan. Inilah mimpi 28 tahun yang kita bangun tanpa gentar. Yang bekerja di studio kita dari muda dan sekarang ini sudah ubanan, jadi semuanya terharu. Semoga Agustus ini bisa selesai, tapi intinya Oktober pasti selesai,”ujar sang maestro GWK, Nyoman Nuarta, Minggu (20/5).

 

Upacara Pecaruan dan Pasupati tersebut disebutnya semacam ngrastiti (doa bersama) masyarakat Bali, agar patung GWK segera bisa terwujud. Dimana pemasangan mahkota Dewa Wisnu tersebut menjadi pemasangan modul ke 529 dari total 754 modul yang hendak terpasang. Dalam artian saat ini patung GWK yang memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut ini telah mencapai progres 70 persen. Dengan total penggarapnya melibatkan 200 seniman dan pekerja di bawah naungan Nu-Art studio. “Kenapa kita perlu doakan? Agar semua berjalan dengan baik, selamat seauai apa yang diharapkan. Pemasangannya diatas itu sangat membahayakan, anginnya kencang sekali. Kalau kita tidak punya niatan positif, bisa keder duluan kita. Kita bekerja dengan taruhannya nyawa,”bebernya.

 

Dijelaskanya total berat mahkota dewa wisnu yang dipasang tersebut mencapai 3,5 ton. Dimana mahkota yang terbuat dari tembaga tersebut dilapisi mosaik emas. Kendati tergolong cukup sulit, namun proses pamasangan modul tersulit diakuinya sebenarnya berada saat akhir penyelesaian. Yaitu pemasangan sayap burung garuda yang berjumlah 5 helai, yang berbentuk megar. Hal tersebut dikarenakan lokasinya yang berada diujung  dan bentuk sayapnya sendiri. “Kita harus percepat penyelesaian ini, karena kita tidak tahu umur kita sampai kapan. Mumpung kita diberikan kesehatan dan punya umur yang panjang, jadi kita harus terus kejar. Ini hadiah untuk bangsa kita saat peringatan Hut RI nanti,”

 

Penyelesiaan patung GWK dinilainya adalah sebuah mimpi besar yang terwujud. Karena itulah setiap orang ditekankannya harus mempunyai mimpi besar, karena mimpi besar adalah hal yang harus dikerjar dan dibanggakan. Diyakininya apa yang ia bangun adalah infrastruktur kebudayaan, yang kedepan akan melahirkan multiflayer efek yang luar biasa bagi Indonesia dan Bali. Apalagi di zaman saat ini masih saja ada tindakan teroris dan ada oknum yang membicarakan kedaulatan negaranya. Karena itulah ia ingin berbicara tentang seni, seni yang lahir dari kebudayaan dan bermanfaat bagi pariwisata. Dimana pariwisata saat ini adalah penyumbang devisa kedua terbesar bagi negara. “Bangsa ini harus bangkit, bangsa ini tidak akan hebat jika ia tidak yakin dan bangga dengan bangsanya serta budayanya sendiri. Dengan respect, maka kita akan menjadi bangsa yang bangkit yang sekaligus akan memajukan ekonomi kita,”tegasnya sembari menerangkan untuk merampungkan GWK itu adalah murni dari uang investasi, ia sama sekali mengaku tidak mempunyai saham dan hanya bertindak sebagai seniman.

 

Disisi lain, pihaknya juga menjelaskan kenapa Ungasan terpilih sebagai tempat berdirinya GWK. Yang mana hal tersebut masih saja menjadi hal yang debatebl di masyarakat Bali. Hal tersebut dikarenakan Ungasan adalah daerah bukit tinggi, dimana sesuai konsep agama Hindu bahwa Dewa Wisnu disimbolkan berada di tempat yang paling tinggi. Hal tersebut selaras dengan konsep hindu di Bali, dimana letak gunung agau bukit adalah simbol dari ‘kaje’ atau hulu. Sementara laut adalah ‘kelod’ atau hilir dalam artian konsep pendekatan yang diambil adalah konsep Nyegara Gunung. “Sebagai seniman tentu saya harus terus berkarya, karena dari sana saya bisa makan. Jadi GWK ini bukan karya terakhir saya, dan saya akan trus berkarya,”tandasnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Mahkota Dewa Wisnu terpasang dan terpasupati, proses terasulit berada pada ekor garuda

  • 08/11/2018 pada 11:39 AM
    Permalink

    Dani Osvaldo, the man Southampton paid £15million for during the summer, has admitted he is dreaming of a move back to Argentina. Saints record signing Osvaldo already dreaming of life back in Argentina

    Balas
  • 12/12/2018 pada 4:27 AM
    Permalink

    I think other web-site proprietors should take this website as an model, very clean and fantastic user friendly style and design, let alone the content. You are an expert in this topic!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!