Mahayastra Perintahkan Penertiban Toko Modern Berjejaring Tak Berizin

posbali.id

GIANYAR, POS BALI ONLINE – Toko modern berjejaring di wilayah Gianyar tetur bertambah, padahal banyak yang belum mengantongi izin. Hal ini membuat Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra kembali menekankan Satpol PP Gianyar, untuk melakukan penertiban toko modern berjejaring yang belum memiliki izin.

Mahayastra, Jumat (10/11/2017) mengungkapkan, pihaknya sudah pernah memerintahkan Satpol PP untuk menertibkan semua toko modern yang belum berizin. “Saya sudah perintahkan Satpol PP melakukan penertiban. Bahkan dulu saat apel sudah saya panggil langsung Kasatpol PP untuk melaksanakan perintah ini,” ungkapnya.

Mahayastra yaang juga Ketua DPC PDIP Gianyar ini meminta Satpol PP Gianyar tidak berhenti melakukan penertiban, setelah menyegel dua unit toko modern berjejaring tanpa izin pada Agustus 2017 lalu. Menurut pria asal Desa Melinggih Payangan ini, sesui data masih ada 20 lebih toko modern berjejaring tanpa izin yang tetap beroperasi. “Saya akan cek lagi ke Satpol PP kenapa berhenti melakukan penertiban setelah penutupan dua unit toko modern,” ujarnya.

Disamping itu, ia juga mulai menyorot aktifitas toko modern yang menyerupai disain pola seperti toko berjejaring, namun atas nama perorangan. “Ini akan kita dicek, siapa yang memasok barang ke toko-toko tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, ia kembali akan memerintahkan Satpol PP Gianyar, segera melakukan penertiban lagi. Tujuanya tidak lain untuk menjaga keberlangsungan sejumlah pasar tradisional. “Pemerintahan kami fokus membangun pasar tradisional, karena perkonomian masyarakat kita lebih banyak berputar disana,” terangnya.

Diungkapkan selama pemerintahanya satu persatu pasar tradisional sudah selesai digarap secara bertahap, baik itu pasar tradisional yang baru dibangun maupun pasar lama yang direvitalisasi. Seperti delapan pasar, yakni Pasar Tulikup, Pasar Batubulan, Pasar Batubulan Kangin, Pasar Yadnya, Pasar Suwat, Pasar Guwang, Pasar Negari dan Pasar Kuliner Gianyar. “Pembangunan pasar tradisional menyerap dana miliaran rupiah dari APBN ataupun APBD Kabupaten Gianyar,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pemkab Gianyar juga berencana melakukan membangun Pasar Silakarang. Dengan begitu, jumlah total total pasar tradisional adalah 57 unit. Di masing-masing kecamatan terdapat satu pasar tradisional besar. ‘’Puluhan pasar lainnya juga mendapat penataan ringan, supaya secara bertahap bisa memenuhi ketentuan pasar rakyat dengan Standar Nasional Indonesia,” pungkasnya. 011

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!