Libur Depawali, Perayaan Apa?

posbali.id
(rula.co.id)

 

Untuk pertama kalinya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sekolah menikmati fakultatif serangkaian Hari Raya Dipawali, Rabu (18/10). Libur bersama ini merujuk Surat Edaran Gubernur Bali Nomor : 003.1/6919/BKD, tertanggal 16 Oktober 2017.

Surat gubernur tersebut ditujukan kepada pimpinan instansi pemerintah, TNI/Polri, BUMN, BUMD dan Perusahaan Swasta di wilayah Provinsi Bali, serta Bupati/Wali Kota se-Bali.

Dalam SE yang ditandangani langsung Gubernur Made Mangku Pastika tersebut, dijelaskan bahwa libur fakultatif Hari Raya Dipawali pada Rabu (18/10) merujuk Surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu tanggal 4 Oktober 2017, Nomor : B-4240/DJ VI/BA.03.1/10/2017.
Apa sebenarnya hari Depawali itu?

Dikutif dari beberapa sumber di internet, Diwali merupakan pesta kemenangan, oleh karena itu biasanya mereka menyalakan lampu/lilin, dan sekaligus merayakan harapan-harapan yang mereka miliki.

BACA JUGA : 

Tidak hanya di India, negara maju seperti Amerika, hingga negara tetangga kita Malaysia sudah menetapkan Diwali sebagai hari besar dalam kalender libur nasional mereka. Bahkan oleh presiden Barack Obama juga sempat membuat perayaan Diwali di Gedung Putih, menandakan bahwa India sudah dirangkul sebagai bagian dari Amerika, RulaWoman. Diwali benar-benar menjadi tanda kebersamaan bagi banyak orang di luar sana.

Depawali juga dikenali sebagai pesta cahaya merupakan perayaan yang disambut oleh semua penganut Hindu. Pelita akan dipasang dalam barisan di rumah penganut Hindu bagi melambangkan kejayaan kebaikan mengatasi kajahatan. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

164 tanggapan untuk “Libur Depawali, Perayaan Apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!