Libur Cuti Lebaran dan dampak pada kinerja dinas dan pelayanan umum

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Cuti bersama terkait hari raya Idul Fitri 2018 dari tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni, mulai berdampak tambahan beban kerja tambahan  beberapa instansi di Pemkab Badung. Pasalnya beberapa dinas di Pemkab Badung diketahui tetap beroperasi seperti biasa, kendati beberapa dinas lainnya telah libur. Seperti diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu karena menyangkut pelayanan perizinan dan penanaman modal, Kecamatan Kuta terkait pelayanan umum, Dishub dan Satpol PP terkait posko terpadu lebaran.

 

Terkait dengan dibukanya pelayanan umum di kantor kecamatan Kuta, Senin (11/6) kemarin siswa yang ingin mengurus jenjang pendidikannya ke SMA silih berganti menanyakan apakah kantor camat dibuka. Sebab mereka ingin mengurus syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi, berupa penyetoran fotokopi kartu keluarga dan akte kelahiran yang sudah dilegalisir. “Animo masyarakat sangatlah besar untuk menggunakan kesempatan itu. Buktinya, tadi (kemarin) ada banyak warga yang datang. Pelayanan prima itu kita diberikan kepada warga selama setengah hari hingga pukul 12.00 Wita.”ujar Sekretaris Camat Kuta, Ketut Gede Arta.

 

Sementara terkait dengan tugas Satpol PP Badung yang tetap bekerja terkait pam lebaran 2018, dimana tugas mereka adalah untuk mengatensi masalah ketertiban umum. Hal tersebut ternyata banyak berbenturan dengan jam operasional Dinas Sosial, seperti contoh, Sabtu (9/6) lalu petugas pol pp kecamatan Kuta berhasil mengamankan orang terlantar. “Karena sekarang hari libur panjang, jadi terpaksa kita yang bina dan suruh bersih-bersih di kantor dengan syarat yang bersangkutan tidak mengulangi lagi perbuatan nya,”ujar Danru Satpol PP Kecamatan Kuta, Nengah Wika seizin Kasatpol PP kabupaten Badung.

 

Kendala tersebut diakuinya tidak hanya dirasakan pada masa libur Lebaran, namun juga pada hari Jumat yang merupakan hari pendek, dan Sabtu ataupun Minggu yang merupakan hari libur. Sehingga pihaknya mengaku sering kebingungan harus membawa temuan tersebut kemana. “Untuk menindaklanjuti temuan orang terlantar, stres, gila, gepeng, ataupun tanpa identitas, sebenarnya kami tidak ada masalah. Asalkan, itu terjadi pada jam kerja. Tapi ketika itu di luar jam kerja, tentu itu jadi kendala,” akunya.

 

Dikonfirmasi terpisah Kasatpol PP Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara tidaklah memungkiri hal tersebut. Untuk menyiasati tersebut, sementara pihaknya terpaksa melakukan pola penanganan berbeda. Yaitu dengan membemberian pembinaan langsung, atau dengan memulangkan yang bersangkutan melalui Satpol PP kabupaten lain atau Satpol PP Provinsi Bali.  “Selama Lebaran 2018 ini, anggota kita yang ikut disiagakan selama 24 jam totalnya 48 anggota di pos-pos terpadu. Tapi kami juga siagakan anggota kami untuk melakukan patroli rutin,” sebutnya sembari mengaku juga menggerakkan Linmas untuk melakukan patroli. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!