Lakon Dasa Muka Buka Shadow Dance III

posbali.id

GIANYAR, POS BALI ONLINE – Monolog rupa dengan lakon Dasa muka menjadi pembuka pameran tunggal atau eksibisi Nyoman Erawan yang bertajuk Shadow Dance III. Di Bentara Budaya Bali (BBB), Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra No.88, Ketewel, Gianyar, Sabtu (28/10/2017).

BBB sejak petang telah diramaikan oleh ratusan para seniman, praktisi seni, serta para penikmat seni yang ingin menyaksikan pertunjukkan lakon serta melihat hasil karya seniman asal Sukawati ini. Hingga akhirnya eksibisi tersebut resmi dibuka dan seluruh hadirin dipersilakan untuk melihat dan menikmati hasil karya seninya.

Eksibisi kali ini menyajikan 17 karya dua dimensi dan satu karya tiga dimensi, yang bukan sekedar abstrak atau semata hamburan warna personal. Melainkan sebuah bentuk puitisasi semesta diri (mikrokosmos, makrokosmos) sekaligus mempresentasikan rasa yang tak terlihat, berikut daya kreatif yang tak kunjung surut melalui sapuan warna yang lepas bebas, atau ragam visual tiga dimensi yang melintasi batas ruang dan imajinasi.

Serangkaian pameran ini, sebelumnya telah digelar pameran Shadow Dance I pada 24 November-31 Januari 2017 di Art Space Jakarta. Shadow Dance II dari 11-13 Agustus 2017 Art Space Jakarta, dan Shadow Dance III di Bentara Budaya Bali hingga 6 Noveber 2017.

Usai pembukaan pameran, dilanjutkan dengan pementasan lakon Dasa Muka oleh Nyoman Erawan. Suasana Mulai berubah, sebab para penonton dipermainkan oleh visualisasi gerak dan suara yang membuat bulu kuduk berdiri. Tak hanya itu, musical yang dihadirkan pun mampu mengaduk-aduk perasaan. Ada rasa nyaman yang dihadirkan, sebaliknya ada pula rasa tidak nyaman untuk menontonnya, itulah realitas kehidupan yang ingin disampaikan oleh Nyoman Erawan. Kegelisahannya pada NKRI pun terus ia ucapkan lewat kata-kata. Hingga pada akhir lakon, ia kembali optimis bahwa negeri ini masih punya kesempatan untuk bangkit, dan berkumandang lagu Berkibarlah Benderaku.

Lakon Dasa Muka tersebut merupakan teks monolog Putu Wijaya yang divisualisasikan dalam bentuk pertunjukkan dalam balutan artistik dan musikal. Pagelaran ini juga berkaitan dengan rangkaian Festival Monolog 100 Putu Wijaya yang dimotori Dramawan Putu Satria Kusuma.

Budayawan, Seniman, sekaligus Akademisi, yang sekaligus membuka pameran, Hardiman mengatakan, bahwa ada dua bidang besar yang tarik menarik dihadirkan oleh Nyoman Erawan dalam pamerannya. Yaitu karya seni rup yang representasional dan non representasional, “Dalam karya itu ada rasa yang ingin disampaikan oleh Erawan, maka jadilah karya seni rupanya. Saya yakin semua yang hadir akan merasakan ketegangan dan ambigu, itu adalah salah satu khasanah seni masa kini,” ungkapnya.

Perwakilan Bentara Budaya Bali, Warih Wicaksana mengatakan setiap orang harus memiliki ketetapan hati, yang memungkinkan melakukan penemuan karya seni. Baginya Nyoman Erawan bukan hanya memberikan perihal ketetapan hati. Tapi upaya penemuan diri sekaligus upaya terhindar dari suatu pengaruh diri sendiri yang terus menerus, yang sering kali tidak disadari dan menjadi teman dekat.

“Seorang seniman itu, faktor pengaruh orang lain tidak apa-apa karena makin mempertegas dirinya. Tapi kalau terpengaruh oleh diri sendiri dan tanpa disadari, maka yang terjadi pengulangan. Nyoman Erawan terus menerus mengkritisi dirinya, sehingga ruang dan waktu pertunjukkan serta seni rupanya selalu berubah, dan selalu menampilkan hal yang tak terduga,” sebutnya.

Sementara itu, Nyoman Erawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan pameran tersebut. “Saya berterima kasih kepada teman-teman yang hadir. Dan saya bukannya sok bisa bermain teater, sok bisa nari, sok bisa menjadi penyair, terus terang saja hal itu adalah bagian dari hal yang tidak terfikirkan oleh saya. Masalah sebutan terserang orang lain yang menilai. Sebenarnya saya ingin membangun daya kreatif, yang bisa memberikan suatu enerji pada wilayah-wilayah yang lain,” ungkapnya. rah

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *