Kutuh bersiap ditetapkan jadi Labsite pemerintah pusat

posbali.id
Pemkab Badung diharapkan lakukan hal yang sama

MANGUPURA, POS BALI – Pasca menyandang predikat sebagai juara 1 lomba Desa terpadu tingkat nasional regional II Jawa-Bali, Desa Kutuh bersiap menjadi salah satu dari 8 desa di Indonesia yang dijadikan sebagai Labsite. Hal tersebut dipaparkan oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa Kemeterian Dalam Negeri Republik Indonesia saat melakukan evaluasi dan monitoring Jumat (27/10) lalu di wantilan gedung serbaguna Kutuh.

 

Menyandang predikat tersebut, Bendesa Adat Kutuh Made Wena ditemui Sabtu (28/10) kemarin menegaskan Kutuh sangat siap akan hal tersebut. Apalagi penetapan tersebut diyakininha akan membawa banyak manfaat yang diterima, seperti memacu Desa Kutuh untuk mempertahankan predikat terbaik, bahkan menjadi lebih baik lagi melalui pemunculan inovasi-inovasi baru. pihaknya berharap karena Kutuh dijadikan labsite pemerintah, tentunya pemerintah juga bisa memeberikan apresiasi tersendiri bagi Kutuh. Sehingga Desa Kutuh benar-benar menjadi ikon atau labsite-nya pemerintah. “Ada tiga hal yang dapat dipetik dari penetapan sebagai Labsite ini, yaitu  belajar, berbagi, mempertahankan, dan meningkatkan apa yang telah diperoleh. Melalui labsite, kami harap pemerintah bisa memberikan pembekalan khusus kepada para perangkat atau petugas desa. Karena dalam labsite, tentu akan ada petugas yang ditugaskan secara khusus untuk menangani itu,”terangnya.

 

Dengan ditetapkan sebagai Labsite, Kutuh juga diharapkannya bisa dijadikan semacam pilot project terhadap kebijakan-kebijakan baru pemerintah. Minimal paling tidak bisa diberitahu lebih awal mengenai adanya sebuah kebijakan-kebijakan baru. Sehingga status Labsite yang disandang Kutuh nantinya jangan sampai membebani dari sisi penganggaran. Melainkan harus sebaliknya, yakni mendatangkan income tambahan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diakuinya sudah dismapaikan pihaknya saat rombongan petinggi Ditjen Bina Pemerintahan Desa berkunjung di Desa Kutuh dan mereka dan mereka merespon positif semua harapan tersebut. “Kata beliau, tutup tahun anggaran akan ada pertemuan khusus mengenai implementasinya di tahun 2018 nanti. Karena memang, baru tahun ini ada penetapan yang namanya labsite. Dan beliau pun ingin program tersebut sukses, serta memberikan nilai tambah pada perkembangan desa lain,”paparnya.

 

Diakuinya sebelum penetapan tersebut, Kutuh memang telah menerima banyaknya kunjungan studybanding dari Desa di propinsi lainnya. Sebagai perwakilan dari Bali dan Badung, pihaknya berharap apresiasi serupa juga bisa diberikan oleh Kabupaten Badung dan Propinsi Bali. Terlebih lagi Bupati dan Wakil Bupati Badung berkali-kali menegaskan bahwa Kutuh menjadi role model pengembangan desa di Badung. Tentunya hal tersebut diharapkan bukan hanya wacana semata dan ada penghargaan tertulis sebagai komitmen menjadikan Kutuh menjadi role model desa di Badung. Sebab menetapkan suatu desa secara formal sebagai sebuah percontohan dinilainya merupakan hal yang amat penting. Salah satunya untuk memotivasi desa-desa lain, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Badung sendiri. “Entahkan dengan menggunakan istilah yang sama yakni labsite, atau lainnya. Saya rasa Pemda Badung bisa memberi contoh menetapkan desa-desa percontohan dan mudah-mudahan itu terjadi di tahun 2018. Jika itu terjadi tentu akan sangat bagus, apalagi ketika itu bisa didukung oleh alokasi dana desa secara khusus,”harapnya.

 

Sebelumnya Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Eko Prasetyanto menerangkan penetapan labsite adalah amanat dari Permendagri 81 Tahun 2015. Dimana di dalam Pasal 33 menyebutkan, desa-desa juara regional, dapat dijadikan desa labsite. Dimana Labsite adalah semacam laboratorium, guna menggali dan meningkatkan potensi desa, sekaligus untuk mengatasi berbagai kendala, serta mempublikasikan keberadaan desa itu sendiri kepada desa-desa lainnya. “Jadi inilah upaya-upaya kita dalam rangka pembinaan dan pengawasan. Dalam labsite, antara desa satu dengan lainnya akan saling memberi dan menerima untuk kemajuan bersama,” ucarnya didampingi Kepala Desa Kutuh Wayan Purja.

 

Dipastikannya nantinya penetapan 8 desa se-Indonesia sebagai labsite  akan diperkuat dengan semacam surat keputusan. Surat keputusan tersebut akan diserahkan ketika desa terkait secara resmi sudah menjadi labsite. Yang mana tentu akan banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam hal penggalian potensi desa, sehingga desa Labsite bisa menjadi lebih baik lagi dengan langkah strategis dan sistematis di antara semua pihak. “Kutuh ini sangat bagus, saya rasa desa ini sangat maju tanpa melupakan menjaga eksistensi adat-istiadatnya. Tapi di balik itu semua, saya rasa ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan seperti inovasi dan teknologi,”pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!