Kuta Lengang, Diduga Karena Bandara Ngurah Rai Sempat Ditutup

MANGUPURA, POS BALI – Kawasan pariwisata Kuta yang hari-hari biasanya selalu padat dan ramai dikunjungi wisatawan, Rabu (6/12) kemarin, tampak lengang. Hanya para pedagang masih tampak berjualan menunggu datangnya wisatawan.

Belum diketahui sampai kapan situasi seperti ini terjadi. Para pedagang di pantai Kuta yang jumlahnya mencapai 1.600 orang itu tetap mengadu peruntungan di jantung pariwisata Bali itu.

“Memang kondisi kunjungan wisatawan sangat menurun drastis, itu sudah mulai terjadi sejak sempat ditutupnya operasional bandara Ngurah Rai. Biasanya kalau pada bulan Desember seperti sekarang ini sudah mulai ramai kunjungan ke pantai Kuta,” terang Kasatgas Pantai Kuta, Mangku Wayan Sirna, Rabu (6/12).

Dipaparkannya angka kunjungan wisatawan ke pantai Kuta pada bulan Desember tahun lalu biasanya menembus diatas 10 ribu wisatawan per hari, karena libur bersama terkait natal dan tahun baru. Para turis biasanya setiap sore hari berjemur di pinggir pantai. Sementara sekarang ini wisatawan yang berkunjung ke pantai Kuta hanya berkisar 3.000 wisatawan, itupun dirasa merupakan wisatawan reapeter (yang sudah pernah datang ke Bali.

“Biasanya yang mendominasi ke pantai Kuta adalah wisatawan Australia, China dan Korea, tapi kali ini bisa dilihat sendiri relatif sepi. Wisatawan China hanya satu dua orang yang tampak dan sisanya Eropa,” paparnya sembari mengaku sampah kirim sudah agak berkurang menepi di Pantai Kuta.

Sementara Bendesa adat Kuta, I Wayan Swarsa tidak memungkiri kondisi tersebut, namun kondisi relatif sepi itu bukan hanya dirasakan di Kuta saja namun semua daerah wisata di Bali juga mengalami hal yang sama. Hal tersebut imbas dari meningkatnya aktivitas Gunung Agung yang notabene merupakan gejolak alam yang memang sudah biasa terjadi. “Mau tidak mau, kondisi ini harus bisa disikapi dengan cara mengharmoniskan semua,” ujarnya.

Kendati terjadi penurunan kunjungan wisatawan, namun hal tersebut diketahuinya tidak sampai membuat wisatawan kosong berwisata ke Kuta. Bahkan pihaknya meyakini bahwa masih banyak wisatawan yang ingin datang ke Bali, namun terkendala oleh penerbangan dari maskapai yang memiliki kebijakan tersendiri. Sebab memang ada Negara asal wisatawan yang sensitif terhadap travel warning. Untuk itu pihaknya berharap agar pemerintah bisa semakin gencar melakukan komunikasi dengan pihak maskapai Internasional, untuk menyakinkan bahwa Bali tetap masih kondusif untuk menerima wisatawan yang hendak berlibur.

Penanganan yang baik terhadap dampak bencana alam Gunung Agung oleh pemerintah dinilainya sangat diperlukan, sehingga akan membuat suatu penyelesaian ke arah yang lebih baik. Sebab bencana alam tidaklah bisa dihindari, karena itulah pemerintah sebagai garda terdepan mengupayakan penanggulangan dampak bencana alam tersebut dengan baik. Pihaknya pun meyakini pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab Badung tidak tinggal diam untuk mengembalikan lagi pengelolaan industri pariwisata yang baik. “Penanganan yang lebih baik akan menjadi suatu hal yang dilihat oleh para wisatawan. Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan untuk berkunjung ke Bali,” inbuhnya.

Di bagian lain Ketua Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par) Badung, Putu Satyawira Marhaendra memaparkan beberapa wisatawan diketahuinya masih sangat ingin datang berlibur ke Bali. Bahkan diketahuinya beberapa wisatawan rela merubah tiket pesawatnya untuk bisa terbang ke Jakarta dan Singapura, kemudian mereka mencari pesawat yang mau menerbangkannya ke Bali. “Waktu bom Bali, para repeater guest (tamu yang berulangkali datang ke Bali) rela kehilangan asuransi nya karena ingin melihat kondisi Bali yang sesungguhnya. Tamu seperti inilah yang dibutuhkan untuk mengembalikan Kepariwisataan Bali seperti semula,” bebernya.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh anggota FSP PAR – SPSI dan stake holder lainnya, untuk  bahu membahu dengan menyebarkan berita-berita positif setelah Gunung Agung meletus serta tetap memberikan pelayanan terbaik pada setiap wisatawan.  023

 

Share

Satu tanggapan untuk “Kuta Lengang, Diduga Karena Bandara Ngurah Rai Sempat Ditutup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *