Kuta Ditutup Dari Aktifitas Berenang dan Surfing Sementara Waktu

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Tingginya gelombang di pesisir laut Bali selatan, ternyata membuat Pantai Kuta diketahui ditutup sementara waktu dari aktifitas berenang dan surfing. Dimana kondisi cuaca di Pantai Kuta pada Selasa pagi hingga sore, tergolong ekstrem. Selain itu kondisi sampah kiriman yang menepi juga relatif banyak dan intens. Kendati demikian, Pantai Kuta ditegaskan masih terbuka untuk kunjungan secara umum.

 

Dari pantauan di lapangan, Selasa (22/1) sampah kiriman yang menepi di Kuta cukup banyak. Upaya pembersihan sampah kiriman yang dilakukan DLHK Badung ternyata kurang optimal, karena pembersihan sampah terkendala kondisi pasang laut. “Sampah kiriman hampir sepanjang 12 kilometer dari selatan hingga utara. Kami sudah turunkan seribu tenaga kebersihan, untuk mengatasi sampah kiriman itu. Tapi terus terang, kami kelabakan menghadapi serbuannya,”terang  Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan.

 

Diakuinya kondisi sampah yang menepi di pantai Kuta merupakan catatan terburuk, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana gundukan sampah yang menepi rata-rata jumlahnya 250 ton per hari, kondisi itu meningkat 4 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sayangnya sampah tersebut tidak bisa langsung dibuang ke TPA Suwung, karena mengantre cukup lama di TPA Suwung. “Jadi terpaksa kami tampung dahulu di penampungan sementara yang telah kami siapkan di sepanjang pantai,”imbuhnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!