Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali masih minus 1,02 persen dibanding tahun lalu

posbali.id
DENPASAR, POS BALI – Kendati kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali kini dinyatakan telah normal, terbukti dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali perharinya mencapai 16 ribu orang. Namun secara akumulasi data, hingga bulan maret 2018 ternyata kondisi jumlah wisatawan ke Bali masih minus 1,02 persen, dibandingkan dengan pencapaian di tahun yang lalu. “Memang pada bulan Februari dan Maret 2018 ini, ada 16 ribu wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali. Ini tergolong kondisi normal, tapi akibat pengaruh erupsi tahun lalu. Hal ini ternyata masih dirasakan hingga bulan Januari 2018, sehingga inilah yang membuat terjadinya penurunan (minus),”ujar Kadis Pariwisata Propinsi Bali, AA Gde Yuniarta Putra, ditemui Jumat (20/4) disela-sela acara Rakerda pertama IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Asociation) chapter Bali.

 

Hingga bulan Maret 2018, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali diakuinya telah mencaoai 1,2 ratus orang. Sementara target kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun ini mencapai  6,5 juta. Karena itulah pihaknya mengaku telah menggencarkan sales mission dan melakukan promosi ke daerah pangsa pasar bagu Bali. Hal tersebut dibantu langsung oleh Kementerian pariwisata yang bersinergi juga dengan Dinas Pariwisata masing-masing Kabupaten di Bali. “Kita harap paket hot deal ini perlu dilakukan. Dalam artian bukan bermaksud menurunkan harga hotel, tapi mempaketkan antara airline dengan hotel dan destinasi atau yang lainnya. Sehingga ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,”himbaunya.

 

Kendati kunjungan wisatawan Cina yang belakangan ini terus mengalami peningkatan, sempat turun akibat adanya travel warning negara terkait. Namun pangsa pasar India dan negara lainnya, diakuinya sedikit mendongkrak kondisi tersebut. Bahkan wisatawan India yang kini berads diposisi ketiga, diakuinya berpotensi menyalip kunjungan warga negara Cina pada posisi kedua. Sebab saat ini beberapa airline mulai akan mengadakan direct flight langsung ke India. “India ini memang sedang meningkat, sebelumnya kita hanya dapat 120 ribu wisatawan. Tapu itu sebelum adanya direct flight. Sekarang karena akan ada direct flight, maka kita harapkan ini akan semakin meningkat. Sebab animo mereka ke Bali ini sangat tingg, apalagi jumlah penduduk India ini  hampir sama dengan Cina,”bebernya.

 

Sementara Wakil Ketua DPD IHGMA Bali, Made Ramia Adnyana menerangkan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu SDM di bidang perhotelan dan industri pariwisata, sehingga nantinya mereka mampu bersaing di dunia global. Para GM yang bernaung dibawah asosiasi IHGMA Bali, ditempa dan dilatih keterampilannya, pengetahuannya, etika dan kompetensinya, seiring dengan era distrupsi saat ini. “Melalui rakerda ini, kita ingin melakukan sesuatu yang strategik, dalam hal sertifikasi dan akreditasi di bidang perhotelan, serta sertifikasi secara global Certificate Hotel Administration (CHA). “Kendala kita untuknmelakukan sertifikasi itu masih klasik, yaitu terkait dana. Sebab jika mengambil CHA, maka dananya itu berasal dari kantong pribadi, dengan biaya mencapai 13 juta untuk sekali sertifikasi. Karena itulah anggota kita dorong dan bantu melalui kerjasama dengan lembaga koperasi. Kita tetap berusaha secara mandiri, tapi jika ada bantuan dari perusahaan dan pemerintah, tentu ini akan sangat bagus sekali,”paparnya.

 

Ketua panitia Rakerda, Ketut Swabawa menambahkan tema rakerda tersebut adalah Global Empowerment for Suistainable Bali Tourism. Hal tersebut mengandung makna kearifan lokal yang dimiliki Bali, harus bersifat adaptable and dynamic, diberdayakan secara modern dan bersifat global. Sehingga menuju pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan dengan berbasis kerakyatan. Melalui rakerda tersebut pihaknya akan merumuskan usulan-usulan terkait SDM kepariwisataan di Bali, untuk nantinya akan disampaikan dalam Rakernas IHGMA pada tanggal 4-6 Mei di Jogyakarta. “Untuk sertifikasi, hingga bulan Juni lalu sudah ada 28 orang yang telah tersertifikasi,”ucapnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!