KRB Tunda “Kawinkan” SGB-RM

posbali.id

DENPASAR, POS BALI- Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang baru dibentuk pada Kamis (9/11), gagal mendahului PDI-P mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubenur untuk Pilgub Bali 2018.

Rencana KRB mengumumkan paket calon yang diusungnya pada hari ini, Jumat (10/11), batal dilakukan. Adapun PDI-P mengumumkan rekomendasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali, besok, Sabtu (11/11), pukul 11.00 Wita di Kantor DPP PDI-P di Jakarta.

KRB menunda pengumuman paket calon yang diusungnya sampai batas waktu yang belum ditentukan, kendati disebutkan pengumuman itu akan dilakukan dalam waktu yang secepatnya. Ada dua nama dijagokan KRB untuk diusung pada Pilgub Bali 2018, yakni ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta alias Sudikerta Gubernur Bali (SGB) dan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra (RM).

Ada sembilan parpol yang bergabung dalam koalisi gemuk tersebut, yakni Golkar, Demokrat, Hanura, Nasdem PPP, PKS, Perindo, PKPI dan PAN. “Pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang sedianya hari ini, mohon maaf ditunda sampai batas waktu secepatnya kami informasikan,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta di Denpasar, Jumat (10/11).

Mudarta membantah penundaan pengumuman tersebut karena ada tarik ulur terkait kandidat yang diusung sebagai calon gubernur (cagub). Padahal, pada malam sebelumnya sikap anggota KRB masih terbelah. NasDem ngotot mengusung Rai Mantra sebagai Cagub, dan partai lainnya pertahankan Sudikerta sebagai calon Bali 1.

Mudarta juga membantah penundaan pengumuman itu karena permintaan Rai Mantra, yang disebut-sebut masih menunggu PDI-P mengumumkan
rekomendasinya pada hari ini. Pada Kamis malam usai pembentukkan KRB, Mudarta dan Ketua DPD NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa ditugaskan KRB untuk menemui Rai Mantra di kediamannya.

Rai Mantra adalah salah satu bakal calon gubernur Bali yang diusulkan ke DPP PDI-P. “Penundaan pengumuman bukan karena isu yang berkaitan dengan pasangan calon. Itu sudah clear,” tegas Mudarta.

Politisi asal Jembrana ini mengatakan, penundaan paket calon gubernur dan wakil gubernur Bali itu karena masing-masing parpol harus berkoordinasi dengan induk partainya masing-masing di tingkat pusat, untuk mendapat persetujuan terkait koalisi yang baru terbentuk dan kandidat yang diusung.

Menurut dia, KRB menyepakati masing-masing partai mengusulkan Sudikerta atau Rai Mantra sebagai cagub atau mengawinkan keduanya sebagai paket calon ke DPP Partai masing-masing.

Ia menjelaskan, setiap parpol dalam KRB harus mendapat persetujuan dari DPP Partainya masing-masing, sebab pendaftaran paket calon yang diusung KRB harus menyertakan rekomendasi DPP Partai masing-masing.

“Tinggal persetujuan DPP tentang koalisi. Hari ini (kemarin) masing-masing parpol berkoordinasi ke Pusat (DPP Partai masing-masing),” ujar Mudarta.

Lebih lanjut Mudarta mengatakan, KRB membuka diri bagi partai lain yang ingin bergabung. Adapun soal partai Gerindra, ia mengaku KRB sudah berkoordinasi. Partai Gerindra kata dia, sudah siap untuk bergabung. Ia pun mengapresiasi koalisi gemuk ini bisa terbentuk, sebab pasangan calon gubernur Bali penting untuk mendapat dukungan kuat dari banyak partai.***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *