“Krama” Desa Pakraman Pangi “Mendak Sesuhunan” di Puri Ubud

posbali.id

 

Krama Desa Pakraman Pangi mendak pralingga sesuhunan di Puri Ubud
GIANYAR, POSBALI.ID – Krama Desa Pekraman Pangi, Klungkung melakukan prosesi mendak sesuhunan di Puri Ubud, Gianyar, Minggu (27/5). Prosesi tersebut merupakan salah satu rangkaian upacara makodakin (memperbaiki) sesuhunan desa setempat yang berupa barong dan rangda.
Dalam prosesi tersebut ratusan krama beriringan bersama dari Desa Pangi, Klungkung. Kemudian, ketika sampai di Pura Dalem Puri Ubud mereka turun dan berjalan beriringan (mapeed) menuju ke Merajan Puri Agung Ubud.
Bendesa Adat Desa Pekraman Pangi I Nengah Mukiarta, S.Pd., mengatakan prosesi makodakin telah dilakukan sejak sebulan lalu. Prosesi diawali dengan nebes pralingga (membongkar) yang telah berusia 16 tahun di Pura Puseh, Desa Pakraman Pangi. Setelah dibongkar, pralingga selanjutnya dibawa ke Puri Ubud untuk diperbaiki.
“Setelah mendak pralingga, ida sesuhunan akan diplaspas dan dipasupati di Pura Dalem Desa Pakraman Pikat dan Pangi pada malam nanti (kemarin, red), mulai jam 7 malam sampai jam 1 dini hari,” katanya.
Ia berharap, melalui prosesi itu diharapkan rasa semangat kebersamaan, spiritual, dan persaudaraan antar krama desa dapat meningkat. “Ini merupakan wujud rasa bhakti terhadap tuhan dengan semangat kebersamaan, dan jalinan tali persaudaraan kita dapat menciptakan kesejahteraan lahir batin,” imbuhnya.
Sementara itu,  Panglingsir Puri Ubud, Cokorda Gede Putra Sukawati mengatakan keberadaan budaya Bali sangat erat kaitannya dengan spiritual. Hal inilah yang turut mempengaruhi kerajegan sistem bermasyarakat di Bali, termasuk mendorong peningkatan perekonomian. “Dengan adanya budaya yang berlandaskan spiritual membuat masyrarakat Bali  menjadi damai. Wisatawan berbobdong-bondong ke Bali karena budayanya,” katanya.
Untuk itu, ia berharap masyarakat agar senantiasa menjaga dan melestarikan budaya Bali. Momen itu pun diharapkan dapat menjadi awal ikatan persaudaraan antara masyarakat Desa Pakraman Pangi dengan masyarakat Ubud.
“Keberadaan saya disini sebagai undagi (perajin, red) yang memperbaiki sesuhunan Desa Pakraman Pangi hanya ngayah demi Puri Ubud, dan juga sebagai penghubung tali persaudaraan antar masyarakat kami disini dengan masyarakat di Desa Pakraman Pangi” pungkas Cokorda Gede Raka Sukawati. eri
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!