KPAD Harapkan Atensi Berbagai Unsur Hadapi Kasus Pembuangan Bayi

posbali.id
Ni Luh Gede Yastini

DENPASAR, POSBALI.ID – Kasus penemuan orok bayi di Pantai Padang Galak, Sanur, Senin (2/4) lalu menambah banyak kasus pembuangan bayi di Provinsi Bali. Kondisi ini pun menuai keprihatinan, salah satunya dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali.

Dalam catatan komisi yang berkantor di Jalan Melati, Denpasar itu tercatat sepanjang tahun 2018 telah terjadi 7 kasus pembuangan bayi dan baru 2 kasus yang terungkap. Hal ini menambah panjang “PR” kepolisian, dimana sebelumnya di tahun 2017 tercatat ada 17 kasus pembuangan bayi, dimana 10 diantaranya tidak terungkap.

“Kami memberikan atensi kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembuangan bayi. Kami sudah pernah bersurat ke Polda Bali di tahun 2017 namun tidak ada tanggapan, hari ini (Kamis 5/4) kembali bersurat agar mendapat atensi,” ungkap Komisioner KPAD Provinsi Bali, Ni Luh Gede Yastini saat ditemui POS BALI di kantornya, Kamis (5/4).

Ia memahami, pengusutan kasus semacam itu memang tidak mudah, terlebih penemuannya ditemukan di tempat-tempat umum seperti pantai dan aliran sungai, sehingga menyulitkan pengumpulan bukti petunjuk. Namun, ia berharap tetap ada keseriusan dari pihak berwajib dalam upaya pengusutan kasus kejahatan tersebut.

“Hingga awal bulan April 2018 saja sudah ada 7 kasus, artinya ada 2 bayi yang dibuang per bulannya. Apakah aborsinya dengan cara apa memang susah diketahui. Dari tujuh kasus baru dua terungkap, satu yang di Cawu, Marga, Tabanan, satunya lagi yang di Negara dimana pelakunya seorang remaja. Ini harus digalakkan (pengusutannya),” harapnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bisa terlibat secara aktif dan peka terhadap kemungkinan meluasnya kasus-kasus tersebut. Yastini menilai, masyarakat sudah saatnya bangkit dan menyadari kasus tersebut sebagai masalah sosial penting yang harus diberantas bersama.

“Dua kasus yang berhasil ditemukan motifnya kan kehamilan yang tidak diinginkan. Ibunya masih muda, berarti mereka banyak mendapatklan informasi  yang tidak benar tentang melakukan hubungan, misalnya hubungan seks. Informasi yang tidak benar sangat gampang ditemukan di online,” terangnya.

Untuk itu, di bagian hulu edukasi terkait kesehatan organ reproduksi dinilai sudah saatnya digalakkan dan mengesampingkan kesan tabu. Di tingkat keluarga, orang tua harus berani memberikan edukasi yang benar terkait kesehatan reproduksi, untuk menghindari anak-anak mengakses informasi yang salah sehingga mempergunakannya dengan salah pula.

Selanjutnya, edukasi semacam ini juga penting dilakukan di sekolah oleh para guru kepada siswanya. Kemudian, masyarakat melalui peran Desa Pakraman juga harus melakukan upaya perlindungan melalui pembentukan pararem sebagaimana yang tertuang dari Pasamuan Agung VI MUDP Bali tahun 2017. Dijelaskan Yastini, dalam pasamuan itu telah disepakati sejumlah upaya perlindungan anak, seperti anak yang berhadapan dengan hukum (baik pelaku maupun korban), eksploitasi ekonomi, dan perkawinan anak.

“Tapi, di hilir jika ada  anak yang hamil misalnya, lembaga layanan harus bisa memberikan akses kepada mereka untuk mendapat layanan. Sehingga, mereka tidak melakukan tindakan sembarangan, misalnya aborsi yang kriminal dengan dukun atau obat. Namun, tentu harus ramah dengan anak,” tambahnya.

Sementara itu, karena ada kemungkinan para pelaku pembuangan bayi merupakan perempuan pra nikah, bahkan mungkin di bawah umur, maka juga diperlukan pengawalan sesuai dengan hukum perundang-undangan yang berlaku. “Tetap berpedoman pada perundang-undangan yang berlaku, yang jelas hukuman itu tidak harus dalam bentuk kurungan, bisa hukuman pendidikan atau yang lainnya,” pungkas Yastini. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “KPAD Harapkan Atensi Berbagai Unsur Hadapi Kasus Pembuangan Bayi

  • 28/10/2018 pada 5:14 PM
    Permalink

    魚蛋燒賣、缽仔糕、碗仔翅去咗邊?16隊美食車離地小食欠地道 – STYLE-TIPS.COM 在食環署嚴打流動小販下,財爺上年就提議引入外國流行的美食車Food Truck,…

    Balas
  • 05/11/2018 pada 9:30 PM
    Permalink

    Arsenal target Nabil Fekir has ambitions of playing for a top-10 club in European football and could leave current side Lyon in the summer, his agent Jean-Pierre Bernes has revealed. Nabil Fekir’s agent reveals midfielder could leave Lyon in the summer as Arsenal consider £45m move: ‘We will ask questions about his departure’

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!