Korupsi Dana APBDes Rp149 Juta, Perbekel Dencarik Suteja Jadi Tersangka

posbali.id

BULELENG, POS BALI ONLINE – Kasus hukum menjerat salah satu aparat desa di Kabupaten Buleleng. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, menetapkan Prebekel Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Made Suteja sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi. Suteja diduga menilep dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Dencarik tahun 2014, tahun 2015, dan tahun 2016 dengan total nilai Rp149 juta. Bahkan menariknya, Kejari Buleleng pun langsung melakukan tindakan penahanan terhadap tersangka Suteja.

Menurut informasi, Kejari Singaraja sudah lama menarget Suteja, sejak awal tahun 2017. Suteja sebenarnya sudah beberapa kali menerima surat panggilan dari Kejari Singaraja, sebagai saksi untuk memberi keterangan terkait pengelolaan dana APBDes Dencarik pada tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016. Saat menjalani pemeriksaan, status Suteja lantas ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.

Hingga puncaknya, Suteja langsung digelandang ke Lapas Singaraja untuk menjalani penahanan sebagai tahanan titipan. Suteja diduga telah melakukan penyelewengan dana APBDes tahun anggaran tahun 2014, 2015, dan 2016, yang totalnya sekitar Rp149 juta, mulai dari lomba desa, bantuan sosial, maupun kegiatan lainnya.

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, Indra Harvianto Saleh mengatakan, penetapan status tersangka Suteja ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Tipikor Kejari Singaraja, didukung barang bukti serta hasil audit BPKP terhadap APBDes Dencarik yang menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp149 juta.

“Tersangka ditahan atas dugaan kasus tindak pidana korupsi. Korupsi APBDes Dencarik. Ini dari hasil audit BPKP, perbuatan tersangka mengakibatkan terjadinya kerugian negara Rp149 juta. Tersangka diduga sudah melakukan penyelewengan, atau penyalahgunaan dana APBDes tahun 2014, 2015, dan 2016 yang bersumber dari dana alokasi desa dan Dana Desa dari pemeritah pusat dan daerah,” ujar Indra Harvianto, Selasa (7/11) petang.

Sementara, tersangka Suteja yang juga menjabat Ketua Forkomdeslu Buleleng, memilih enggan berkomentar ketika dikinformasi terkait kasus yang menjeratnya. “Sudahlah,” jawab Suteja dengan singkat sebelum masuk mobil tahanan Kejari Singaraja.

Menariknya, penahanan tersangka Suteja ini terbilang cepat. Dari beberapa kasus sebelumnya, Kejari Singaraja biasanya hanya baru akan melakukan penahanan, menjelang pelimpahan kasus. “Saya pikir penahanan terlalu dini. Kalau sudah tahap dua, tidak masalah. kami upayakan melakukan penangguhan penahanan pada klien kami,” ucap Kuasa hukum Tersangka Suteja, Indah Elsya.

Meski begitu Indah Elsya menegaakan, jika kliennya belum tentu bersalah, atas kasus yang menjerat kliennya. “Diduga melakukan tindak pidana korupsi, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp149 juta. Tapi itu, kita akan buktikan pada persidangan nanti di pengadilan,” pungkas Indah. 018

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *