Konstruksi bangunan jadi penekanan plt Camat Kuta

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Pasca terjadinya gempa 7,0 SR yang berpusat di lombok Utara Minggu (5/8) malam, akibat sesar atau patahan aktif jenis sesar naik pada zona sesar busur belakang Flores (Flores Back Arc). Plt Camat Kuta Made Widiana, didampingi Sekcam Kuta Ketut Gede Artha dan Danramil Kuta Mayor Inf Aryanto, Senin (6/8) pagi melaksanakan pemantauan langsung ke lokasi yang paling terdampak gempa di kecamatan Kuta.

 

Dari kunjungannya ke Mall Bali Galeria, yang merupakan salah satu titik atensi. Pihaknya mendapati runtuhan material yang menimpa 13 sepeda motor pengunjung telah dievakuasi. Dari penjelasan pihak manajemen mall, diketahui material bangunan yang runtuh tersebut adalah tembok convention yang belum rampung dikerjakan. Dimana bangunan convention tersebut berada pada lantai 4 bangunan parkir bertingkat mall. “Jadi yang ambruk itu tembok pembatas convention yang masih dalam proyek. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin (Minggu) malam, namun ada 13 motor pengunjung yang rusak. Tapi itu katanya nanti menjadi tanggungjawab manajemen MBG,”terang Widiana.

 

Atas kejadian tersebut pihaknya mengimbau pihak kontraktor dan manajemen, untuk memperhatikan konstruksi bangunan terkait. Sebab yang menjadi korban atas kejadian tersebut adalah motor pengunjung yang ada di area publik. Apalagi mall tersebut diketahuinya sangat banyak dikunjungi. Hal tersebut diperlukan agar kedepannya kejadian serupa tidak terulang kembali, dalam artian tidak memakan korban baik korban jiwa maupun korban materiil. “Tolong ini menjadi perhatian kontraktor dan manajemen untuk keamanan konstruksi, sebab ini menyangkut keamanan. Walaupun sudah ada besi pengaman yang dikaitkan pada abesi-besi rangka,  mungkin jika itu kuat maka tidak akan ambruk, tapi kenyataannya kan ambruk. Jadi ini sangat perlu diperhatikan,”tegasnya.

 

Himbauan tersebut dijelaskannya bukan hanya berlaku bagi Mall Bali Galeria, namun juga pengusaha lainnya. Sebab gempa bumi tidaklah bisa diramal kapan datangnya, namun itu bisa diantisipasi dengan menerapkan SOP yang tepat dan kekuatan konstruksi bangunan. Apalagi struktur bangunan di kawasan Kuta dna Kutsel relatif tinggi (bertingkat). Selain meninjau MBG, pihaknya juga melaksanakan pemantauan di salah satu showroom di kawasan Sunset Road yang juga terdampak pada keretakan bangunan, kerusakan atap yang ambruk dan kerusakan 2 unit mobil.

 

Sementara untuk di wilayah Kuta Selatan, pihaknya yang juga selaku Camat Kutsel mengaku telah menerjunkan staffnya untuk melakukan pemantauan. Adapun tempat yang mengalami kerusakan di Tanjung Benoa adalah Masjid mujahidin yang mengalami keretakan tembok, bale banjar tengah, menur candi bentar pada Pura Dalem Ning, Gedong Pura Puseh, Bale piyasan SMPN 3 Kutsel. Sedangkan di kelurahan Benoa kerusakan terjadi pada menur bangunan pelinggih tumpang tiga salah satu warga. “Kita sudah laporkan ini kepada BPBD, nanti pihak BPBD yang akan menginvenarisir terkait biaya tanggap darurat,”imbuhnya.

 

Dari data yang berhasil dihimpun sementara, kerusakan akibat gempa Minggu malam di kecamatan Kuta bukan hanya terjadi di Mall Bali Galeria. Namun ada beberapa tempat yang juga terdampak, seperti beberapa pertokoan dan mall di wilayah Kuta, bandara Ngurah Rai dan Expres jewelry di jalan Dewi Sri Legian. Selain itu salah seorang wisatawan domestik yang bernama Slamet Witjaksono (64 th) meregang nyawa saat ia bersantap malam di restoran Golden Palace, Jalan Raya Kuta. Diduga yang bersangkutan panik dan mengalami serangan jantung saat terjadinya gempa. Sedangkan di Lapas Kelas II A Kerobokan, gempa tidak menganggu keamanan lapas, semua masih kondusif dan penghuni lapas tidak ada dikeluar dari Blok. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!