Kondisi Kabel Sembrawut, Proyek Utilitas Terpadu diharapkan Berlanjut

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Sembrawutnya kondisi utilitas kabel yang terpasang di wilayah Kecamatan Kuta, utamanya di kelurahan Legian mendapatkan reaksi dari Yowana (pemuda) Desa Adat Legian. Pasalnya kondisi kabel  dibeberapa titik ruas jalan raya mengalami crossing. Sehingga hal itu membuat pemuda kesulitan, utamanya saat mengarak ogoh-ogoh.

 

Lurah Legian, Made Madiya Surya Natha dikonfirmasi Selasa (29/1) tidak menampik keluhan tersebut. Masalah tersebut diakuinya bahkan bukan hanya menimbulkan permasalahan saat arak-arakan ogoh-ogoh saja, namun menjadi maslau setiap hari. Sebab kondisi kabel seolah bergelantungan sembrawut dan kondisinya kurang bagus secara estetika. Pihaknya mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada instansi terkait, agar bisa ditindaklanjuti.

 

Pihaknya berharap kebel bergelantungan, yang membuat kesan kawasan Legian sembrawut itu bisa diturunkan masuk ke bawah tanah. Penurunan kabel tersebut bahkan sudah pernah disampaikan langsung oleh bendesa dan prajuru desa Adat Legian, saat menghadap Bupati Badung. Dimana kabel tersebut diminta dimasukkan kedalam utilitas terpadu bawah tanah yang dibuat Pemkab Badung. Namun realisasi utilitas tersebut baru menyentuh sampai di wilayah Kuta saja. Untuk itu masyarakay kembali mengusulkan agar proyek utilitas terpadu tersebut dilanjutkan, dan itu diusulkan dalam Musrenbang kelurahan Legian. “Katanya utilitas terpadu untuk tahun ini dilanjutkan, itu sepintas informasi yang saya dapat. Pengerjaan tahun ini katanya dimulai dari wilayah Seminyak sampai Bemo Corner,”terang Madiya.

 

Sebelumnya, hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang Anggota DPRD Dapil Kuta, I Gusti Anom Gumanti. Bahkan hal tersebut ditegaskannya menjadi salah satu prioritas utama yang diusulkan dalam Musrenbang kelurahan Kuta. Sebab keberadaan utilitas terpadu merupakan upaya untuk membuat citra jantung pariwisata Badung menjadi tertata. Hal tersebut seiring dengan keinginan Bupati Nyoman Giri Prasta, dalam upaya menangani kabel sembrawut. “Saya harap utilitas terpadu bawah tanah ini tetap terus berjalan. Memang eksekusinya tidak bisa setahun, tapi multi years. Karena itulah tiap tahun ini harus dianggarkan,”terang Anom Gumanti.

 

Dipaparkannya, utilitas terpadu bawah tanah merupakan salah satu gagasan brilian Bupati Giri Prasta, dalam menata lumbung PAD kabupaten Badung. Karena itulah ia berharap utilitas terpadu bawah tanah itu bisa tuntas, seiring berakhirnya masa jabatan periode pertama pasangan GiriAsa menjadi Bupati dan Wakil Bupati Badung pada tahun 2021. Sementara untuk regulasinya, pihaknya di dewan mengaku terus mengkawal hal tersebut. Namun memang regulasi tersebut hanya bisa diterapkan, jika utilitas terpadu dipastikan sudah selesai. “Koneksi itu baru bisa dilakukan saat fase penyelesaian. Tapi komunikasi sudah di jalin, dan pada dasarnya pemilik kabel menyambut baik hal itu,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!