Komisioner Terpilih KPU Bali Diisi “Wajah Baru”, Jondra Legowo

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID- Lima Komisioner KPU Kabupaten/Kota di Bali “naik kelas” menjadi Komisioner KPU Provinsi Bali periode 2018-2023. Empat di antaranya adalah Ketua KPU Kabupaten/Kota. Mereka akan dilantik di Jakarta pada Senin (24/9).

Penetapan mereka sebagai komisioner KPU Bali tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 1134/PP.06-Kpt/05/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Calon Anggota KPU Provinsi dan Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023, tertanggal 20 September 2018.

Merereka yang terpilih ini masuk lima besar hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh KPU RI, sebagai tahapan terakhir seleksi calon anggota KPU Bali. Sebelumnya, Tim Seleksi Calon Anggota KPU Bali mengirim 10 nama calon anggota KPU Bali ke KPU RI, yang lolos serangkaian tes oleh Tim Seleksi, yakni tes tertulis menggunakan computer assisted test (CAT), tes psikologi, tes kesehatan dan wawancara.

Lima Komisioner terpilih KPU Bali ini semuanya wajah baru, dan usianya masih muda. Satu calon incumbent, Wayan Jondra, yang sekarang menjabat sebagai Ketua KPU Bali, terpental dari lima besar. Nama Wayan Jondra berada di urutan kesembilan hasil fit and Proper Test KPU RI.

Lima Komisioner terpilih KPU Bali tersebut adalah Anak Agung Gde Raka Nakula (sebelumnya menjabat Ketua KPU Kabupaten Badung), I Dewa Agung Gde Lidartawan (Ketua KPU Kabupaten Bangli), I Gede John Darmawan (Ketua KPU Kota Denpasar), I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya (Ketua KPU Kabupaten Jembrana), dan Luh Putu Sri Widiastini (Komisioner KPU Kabupaten Buleleng).

Adapun calon anggota KPU Bali yang gagal masuk lima besar selain Wayan Jondra adalah Luh Darayoni (Ketua KPU Kabupaten Tabanan), I Made Kariada (Ketua KPU Kabupaten Klungkung), Putu Ariyanti Suningsih (KPU Kabupaten Bangli), dan I Nyoman Gede Anggara Warsa (profesional).

Salah satu Komisioner terpilih, I Gede John Darmawan, mengaku bersyukur dirinya terpilih menjadi Komisioner KPU Bali. Tokoh muda yang semasa mahasiswa aktif di Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) ini mengatakan, dirinya bersama komisioner terpilih lainnya siap melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Tugas pertama adalah menyukseskan Pemilu 2019 di Bali. “Intinya, kami siap melaksanakan tugas dan amanah untuk menyukseskan pemilu 2019 untuk Bali dan ingin menciptakan iklim politik taat aturan, dewasa dan kondusif karena semua menyama braya,” kata John Darmawan melalui sambungan telpon, Sabtu (22/9).

Adapun Jondra mengaku legowo menerima hasil keputusan KPU RI tersebut. Bagi dia, KPU adalah tempat mengabdi, bukan tempat mencari nafkah. Karena itu ia tak kecewa namanya gagal terpilih kembali menjadi komisioner KPU Bali.

“Saya menerima dengan lapang dada. Bagi saya KPU hanya tempat mengabdi, bukan tempat untuk mencari nafkah hidup. Ketika pengabdian saya sudah tidak dibutuhkan oleh KPU RI, ya sudah. Pengabdian lima tahun dengan puluhan prestasi/penghargaan yang diperoleh KPU Bali, dan ikut andil tercapainya WTP untuk KPU membuat saya puas,” ujar Jondra. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!