Kominfo Tak Pernah Izinkan Tower di Median Jalan

posbali.id

Pemkab Badung Bersikap Tegas

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Munculnya pembangunan tower mikrosel yang menggunakan median jalan di Kota Denpasar ternyata bukan menjadi kewenangan Dinas Kominfo Kota Denpasar. Semua perizinan dikeluarkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) bersama Bagian Kerjasana Pemkot Denpasar.

Kewenangan DKP dengan Badan Kerjasama itu merupakan Peraturan 4 Menteri, yakni Mendagri, Menkominfo, Kementerian PU dan Penanaman Modal Dalam Negeri. Sementara Dinas Kominfo hanya menangani tower roop top (tower di atas rumah) dan tower greenfill (eksisting) atau tower yang menyatu dengan tanah.

“Kita hanya mengeluarkan rekomendasi terkait zone. Sedangkan perizinan dikeluarkan Dinas Perizinan dan Dinas Tata Ruang,” tegas Kepala Dinas Kominfo, I Dewa Made Agung yang dibenarkan Kabid Piranti Keras dan Jaringan, Nyoman Darma Yasa, saat dihubungi, Senin (15/8) kemarin.

Dijelaskan Kabid Piranti Keras dan Jaringan, Nyoman Darma Yasa, pembangunan tower mikrosel yang mempergunakan median jalan itu nantinya setelah habis kontrak akan menjadi milik Pemkot Denpasar. Tower yang dibangun itu merupakan kumpulan dari provider yang membentuk Tower Bersama Group (TBG).  “Soal jumlah, retribusi, estetika dan zone, silahkan konfirmasi kepada Kadis DKP. Karena Dinas Kominfo tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk tower mikrosel,” jawab Darmayasa.

Sementara Kepada Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Gede Astika saat dikonfirmasi justru menolak memberikan penjelasan soal pembangunan tower tersebut. “Maaf, silahkan hubungi Dinas Kominfo. Kami tidak punya wewenang penjelaskan soal tower karena bukan menjadi ranah kami,” jawab Gede Astika melalui ponselnya.

Kadis DKP, I Ketut Wisada, SE., saat dikonfirmasi menjelaskan, di Denpasar saat ini terdapat 51 tower mikrosel. Pihak provider TBG mengontrak, panjang kontrak 5 tahun. Panjang kontrak tersebut semuanya sudah dihitung oleh pihak apressel yang paham akan pembangunan tower. Wisada menyebut, TBG mengontrak per tiang tower Rp2 juta. Dana sewa kontrak itu semuanya masuk ke kas daerah. “Tower mikrosel ini untuk mendukung program Denpasar sebagai Kota Smart City, Kota Pariwisata. Provider TBG wajib memasang lampu dan CCTV dengan jarak dari tiang satu ke tiang lain berjarak 500 meter,” tegas Wisada.

Pembangunan tower mikrosel tersebut, kata Wisada dinaungi oleh 17 aturan yang dikeluarkan oleh Kepmendagri, Kepmenkominfo dan Badan Penanaman Modal Nasional. Sedangkan di denpasar dibentuk tim 9, yang terdiri dari DKP, Kominfo, Tata Ruang, PU, Hukum, Keuangan, Badan Kerjasama, Bagian Aset dan Trantib.

Tim ini telah mendata baiki dari estetika maupun dampak yang ditimbulkan. Sebelum program dijalankan sejak awal 2016, tim telah melakukan kajian dan studi ke kota-kota yang telah melaksanakan program tersebut seperti di Medan, Batam dan Jakarta. “Kita belajar dari kota-kota yang telah melaksanakan program tersebut,” tegasnya.

Sementara tim dibentuk juga sudah mengantisipasi kemungkinan terjadi musibah. “Semua kemingkinan yang terjadi sudah diasuransikan. Kita tidak ingin program ini merugikan masyarakat,” tegasnya seraya berharap masyarakat bisa memahami dan mendukung program pembangunan Kota Denpasar menuju Kota Smart City dan Kota Pariwisata.

Di bagian lain, Pemkab Badung bersikap tegas terhadap pembangunan tower liar yang belakangan mulai menjamur. Senin (15/8) kemarin, pemilik tower bodong di taman dan median jalan dipanggil oleh instansi gabungan, yaitu Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan Satpol PP Badung. Hasilnya, pihak PT Tower Bersama (TB) diperintahkan membongkar tower-tower tersebut dalam waktu seminggu.

Dua perwakilan PT TB, Emanuel Agung P dan Gede Sumandia, keduanya bagian proyek, “diadili” di ruang Jepun kantor DKP Badung. Kadis DKP Putu Eka Merthawan, Kasat Pol PP I Ketut Martha dan Kasi Telematika Dishubkominfo IB Wiryawan, langsung meminta TB untuk membongkar tower-tower tersebut. “Kita langsung minta agar dibongkar, dan kondisi taman dikembalikan seperti semual. Karena jelas, tower-tower tersebut tidak memiliki izin sama sekali,” tegas Eka Merthawan ditemui seusai pemanggilan.

Untuk memastikan pihak TB tidak mangkir, pihaknya membuat berita acara, termasuk pernyataan dari investor akan melakukan pembongkaran sendiri paling lambat dalam seminggu, terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2016. “Kita berikan waktu seminggu harus dibongkar,” ujarnya.

Dalam berita acara No. 660/849/DKP/2016, yang ditandatangani Kepala DKP I Putu Eka Merthawan dan Emanuel Agung dari PT TB selaku pihak kedua, pihak I keberatan dengan pemasangan tower di areal taman yang ada di Kabupaten Badung. Mengharuskan tower-tower yang telah berdiri agar dibongkar secara menyeluruh. Mengembalikan eksisting taman seperti semula, dan terakhir waktu pembongkaran satu minggu dari tanggal 15 Agustus 2016.

Atas tuntutan ini, PT TB dalam pernyataan itu tunduk dan bersedia melaksanakan apapun keputusan rapat, tanpa ada pemaksaan. Selain menandatangani berita acara, perwakilan PT TB juga membuat surat pernyataan diatas materai 6 ribu. Yang isinya, siap melakukan pembongkaran tower diareal taman di Kabupaten Badung, dan mengembalikan kondisi eksisting taman seperti semula. Eka Marthawan mengharapkan kejadian ini bisa dijadikan pembelajaran kepada siapapun yang melakukan usaha,  agar memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Kasat Pol PP I Ketut Martha menyambut baik hasil keputusan rapat, pemilik tower telah bersedia melakukan pembongkaran. Pihaknya bersama Dishubkominfo siap membantu pengamanan kawasan tersebut, saat dilakukan pembongkaran mengingat daerah tersebut lalu lintasnya sangat padat. Seperti diketahui  ditemukan tiga tower liar yang berdiri ditaman median jalan. Tower yang dipastikan tanpa izin ini berdiri di Jalan By Pass Ngurah Rai, wilayah Kelan, masih di Jalan By Pass Ngurah Rai tepatnya di depan tempat hiburan malam Boshe dan di Jalan Sunsetroad persimpangan Jalan Dewi Sri, Legian. 019/020

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!