Koalisi Rakyat Bali akan “Kawinkan” SGB dan Rai Mantra

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Jelang pengumuman paket Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang akan diusung PDI Perjuangan di Pilgub Bali 2018, bertepatan Hari Kuningan, Sabtu (11/11) mendatang, sontak mendorong sembilan partai politik (Parpol) bergabung membentuk koalisi bernama Koalisi Rakyat Bali (KRB).

Sembilan Parpol kompak bertemu, Kamis (9/11/2017), yakni Partai Golkar, Demokrat, Hanura, Nasdem PPP, PKS, Perindo, PKPI dan PAN. Nampaknya dari pertemuan itu, ingin “mengawinkan” Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta alias Sudikerta Gubernur Bali (SGB) dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra alias Rai Mantra di Pilgub Bali.

Saat dikonfirmasi usai pertemuan tertutup tersebut, Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta mengakui sembilan Parpol sepakat membuat ikatan Koalisi Rakyat Bali bukan Koalisi Bali Mandara (KBM). “KBM itu lahirnya kan dari KRB yang mengusung dan mendukung Paslon di Pilgub Bali,” tandasnya seraya menegaskan saat pertemuan itu belum ada kesepakatan calon yang akan diusung. “Jadi mengenai pasangan calon masing-masing Parpol akan berdoa agar dapat calonnya yang terbaik. Besok (hari ini, red) akan kami umumkan calonnya,” tegasnya.

Menurutnya, masing-masing Parpol sudah mempunyai jagoan, namun ketika bersatu pasangan calon harus berdasarkan koalisi ini. Namun, pihaknya membantah aspirasi ini bukan untuk mengeroyok PDIP, tapi untuk melahirkan pemimpin yang memiliki legimitasi yang kuat. “Nama-nama paket belum kita bahas sama sekali. Kami hanya berkumpul dan bersepakat membentuk koalisi,” katanya.

Padahal saat pertemuan yang dihadiri sejumlah perwakilan pengurus partai dan ketua partai itu, sempat terdengar selentingan Partai Nasdem masih kukuh mengusulkan Rai Mantra sebagai calon gubernur. Sementara Partai Perindo dan Hanura tetap ngotot ingin mengusung SGB. Akibat belum ditemui kata sepakat, akhirnya penentuan Paslon akan diumumkan besok (hari ini, red). “Kita tetap mengusulkan Pak SGB. Karena ini perintah ketua umum. Partai lain ga masalah, hanya Nasdem yang tetap mengusulkan Rai Mantra,” ungkap Ketua Perindo Bali Wayan Sukla Arnata.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Bali Nusra DPP Partai Golkar AA Bagus Adhi Mahendra Putra mewakili Partai Golkar bersama Wakil Ketua DPD Partai Golkar I Gusti Putu Wijaya membenarkan semuanya akan diputuskan melalui survey yang malam ini selesai. Namun dipastikan semuanya sudah sepakat dan kompak bersama KRB untuk memilih pemimpin rakyat Bali. “Siapapun calonnya yang lahir kita akan tetap kompak di KRB,” tandasnya.

Pihaknya mengakui pertemuan ini awalnya inisiatif Partai Golkar, karena mendapat dukungan politik dari partai lain sangat penting. Jadi bukan karena menjelang pengumunan Paslon dari PDIP, apalagi belum diketahui siapa kandidat direkomendasikan. “Ini menjadi inisiatif Golkar dan kami menjemput bola untuk pertemuan ini. Tapi bukan karena jelang rekomendasi PDIP, karena kami tidak tahu dan tidak berandai-andai. Mereka saja tidak tahu siapa yang direkomendasi,” paparnya.

Sayangnya, Anggota Komisi IV DPR RI ini tidak menyebutkan siapa nama-nama yang diusulkan masing-masing Parpol. Namun sudah final sepakat membentuk koalisi untuk mengusung Paslon di Pilgub Bali. “Kita tidak akan sebut nama yang diajukan itu siapa yang mesti disurvey, karena gak enak nanti tidak direkomendasikan. Tapi kalau Golkar sudah pasti SGB, dan saya tidak akan kasi tahu siapa-siapa orangnya diusulkan. Tapi besok kita kasi nama paketnya,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua Partai Nasdem Bali IB Oka Gunastawa mengakui sebelum mengusung Rai Mantra lewat jalur independen. Namun Nasdem juga mencoba mengungkapkan pandangan dan sepakat memunculkan koalisi. “Kita sudah punya calon gubernur Pak Rai Mantra. Tapi ada delapan parpol lainnya dan nama Pak Sudikerta juga dimunculkan. Semoga malam ini mereka (SGB dan Rai Mantra, red) bisa ketemu. Koalisi ini sudah final dan jadi kekuatan baru di Bali,” imbuhnya.

Keputusan Partai Nasdem ini dikatakan juga sudah final bergabung di KRB. Padahal sebelumnya sudah mengumpul dukungan KTP melebihi target untuk Rai Mantra maju lewat jalur independen. “Kita tidak saklek dan ini aspirasi masyarakat Bali, sehingga tidak maju lewat independen. Padahal sudah ada 413.610 KTP dan sudah melebih target,” tutupnya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *