Ketinggian gelombang di Perairan Bali berpotensi mencapai 4-5 meter

posbali.id
Intensitas hujan dan angin di Bali Selatan meningkat, dipengaruhi pusat tekanan rendah

MANGUPURA, POS BALI – Masyarakat yang aktifitasnya bersentuhan dengan laut, dihimbau untuk mengatensi himbauan BMKG terkait kondisi perairan laut Bali. Pasalnya kondisi gelombang laut di perairan Bali, baik di Bali selatan maupun Bali utara mengalami peningkatan signifikan. Dimana gelombang laut di kedua perairan Bali berpotensi mencapai 4-5 meter. Hal tersebut seiring dengan peningkatan kondisi angin belakangan ini di wilayah Bali. “Memang peningkatan kecepatan angin ini berpengaruh terhadap gelombang laut. Kondisi peningkatan kecepatan angin selama 3 hari kedepan ini diperkirakan terjadi lebih dari 20 knot atau diatas 40 km/jam, utamanya di wilayah Bali selatan,”terang salah seorang prakirawati BBMKG wilayah III Denpasar, Ni Kadek Setyawati dikonfirmasi Selasa (22/1).

 

Dipaparkannya, peningkatan kecepatan angin di wilayah Bali bagian selatan mulai terjadi sejak Senin (21/1). Saat itu Bali selatan dan beberapa wilayah Bali memang dilanda hujan selama seharian. Kondisi tersebut diakuinya masih akan terjadi 3 hari kedepan, dimana Bali berpotensi diguyur hujan dari intensitas ringan hingga lebat. Begitupula potensi hujan ekstrim selama beberapa jam masih berpotensi terjadi, di sebagian wilayah Bali. “Dari pencatatan dari 4 stasiun BMKG yang ada di Bali Senin kemarin, kondisi hujan lebat ada di wilayah stasiun Ngurah Rai dan Sanglah. Sementara wilayah stasiun Negara itu hujan sedang dan wilayah stasiun Kahang-kahang Karangasem itu hujan ringan. Sekarang hujan ringan sampai lebat meningkat potensinya di wilayah Bali bagian selatan,”paparnya.

 

Menariknya dari data pencatatan stasiun Ngurah Rai, kondisi kecepatan angin Senin kemarin mencapai 39 knot atau 65 km/jam. Kondisi tersebut terbilang sudah masuk kategori ekstrim, karena kategori ekstrim angin ekstrim dari BMKG itu berada diatas 25 knot atau diatas 45 km/jam. Hal tersebut diketahui dari data pengamatan kecepatan angin di stasiun Ngurah Rai selama 24 jam penuh. Peningkatan kecepatan angin dan hujan lebat seharian di wilayah Bali selatan tersebut diketahui dipengaruhi oleh adanya pusaran siklonik (daerah pusat tekanan rendah) yang terbentuk di wilayah Bali selatan. “Berdasarkan analisis data yang ada, itu ada pusaran siklonik yang terbentuk di selatan. Sehingga ini mengakibatkan terjadinya konvergensi di wilayah selatan Bali. Daerah pusat tekanan rendah ini potensinya berpengaruh sampai 2-3 hari kedepan,”jelasnya.

 

Selain dipengaruhi pusat tekanan rendah, hujan lebat dan angin kencang di wilayah Bali diakuinya dikarenakan Bali sudah masuk musim hujan. Sehingga potensi hujan ringan hingga lebat serta peningkatan angin di Bali ini masih ada. Namun intensitas itu semakin meningkat di wilayah Bali Selatan, karena adanya faktor pusat tekanan rendah tersebut. “Pusat tekanan rendah yang menyebabkan intensitas hujan dan angin meningkat, utamanya Bali bagian selatan. Ada pertemuan masa udara di sekitar wilayah Bali,”imbuhnya.

 

Sementara dari kunjungan di Pantai Pandawa, kondisi kunjungan wisatawan masih berjalan normal. Dimana peningkatan kecepatan angin dan cuaca tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap wisatawan. Namun memang aktifitas yang bersentuhan dengan laut sedikit dibatasi dan wisatawan diberikan pengumuman terkait kondisi laut. “Kondisi laut tidak terlalu tinggi seperti sasih kedasa. Tapi memang ada peningkatan, jadi faktor keselamatan ini kita perhatikan demi kenyamanan bersama,”ujar Ketua Pengelola Pantai Pandawa, Wayan Kasim. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!