Kendati “Tersandera” Kasus Setnov, SK Golkar Pasti ke Zaitun

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Minggu (12/11) lalu, SK dukungan dari DPP Golkar untuk pasangan H. Fauzan Khalid-HJ. Sumiatun seharusnya sudah diserahkan dalam acara Golkar berzikir di Lombok Timur. Namun sayangnya, kasus yang kembali menimpa Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto seolah menyandera SK dukungan tersebut.

 

Sampai saat ini belum jelas kapan SK dukungan dari Partai Golkar untuk paket Zaitun (Fauzan-Sumiatun) itu diserahkan. Namun yang jelas, pihak Golkar Lobar membantah jika tertundanya penyerahan SK tersebut dikarenakan status tersangka Setnov yang diberikan KPK untuk ke dua kalinya.

Wakil Sekretaris Bidang Organisasi, Adi Subardi yang ditemui wartawan di Kantor KPU Lobar, Kamis (16/11) menegaskan bahwa SK dukungan Golkar untuk paket Zaitun sudah clear dan final. Hanya saja, kata dia, pihaknya tinggal menunggu waktu kapan akan diserahkan. “Sebenarnya tangal 12 November lalu diserahkan namun ada kendala sehingga ditunda,”jelasnya.

 

Pada rencana awal, kata Subardi, penyerahan SK ini sebenarnya bersamaan dan kandidat lain pada acara Golkar berzikir di Lotim. Karena tertunda, kembali kepastian kapan penyerahan SK itu akan dilakukan oleh pihak DPP Golkar belum diketahui, pihaknya masih menunggu. Namun yang pasti jelasnya, SK itu diserahkan sebelum pendaftaran calon di KPU.

Subardi juga membantah bahwa penyerahan SK dukungan itu sengaja ditarik-ulur. Pihak DPP, kata dia, masih mencari momen tepat, apakah nanti diserahkan saat moment deklarasi pasangan calon, hal itu bisa saja dilakukan. Menurutnya SK itu sudah ditandatangani Ketum Golkar, sehingga SK itu tidak bisa berlaku maju atau mundur. “Sebab kalau sudah menjadi keputusan maka yang bisa menganulir perlu digelar rapat pleno lagi dan kandidat mundur. SK itu sudah ditandatangan, maka itu sah. Dan tidak berlaku mundur,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait kemungkinan terjadinya pergantian  Ketum, apakah bisa berubah arah dukungan tersebut ? Dikatakan Subardi, kalau pun Ketum diganti, sangat sulit mengubah keputusan di kabupaten Lobar. Terlepas dari itu, proses tahapan pendaftaran juga masih lama sekitar bulan Februari. “Jadi ini info terkini dari bu ketua kami,”jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa tidak hanya untuk Paket Zaitun di Lobar, seluruh Sk dukungan mulai dari Cagub/Cawagub NTB dan SK bakal calon di Kabupaten/Kota lain juga tertunda.”Tidak hanya untuk Lobar, yang lain juga. termasuk Cagub/Cawagub,” katanya.

 

Dia juga memaparkan bahwa pengajuan Hj. Sumiatun sebagai pendamping Fauzan Khalid dilaksanakan oleh DPD II. Dimana pihak DPD II merekomendasikan lima calon hasil verifikasi untuk diajukan ke DPP melalui DPD I. Berdasarkan hasil kajian elektabilitas dan segala aspek pilihan, Golkar tak mau kalah dalam pilkada. Sehingga Golkar memutuskan mendukung kadernya menjadi duet petahana. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!