Kemenlu dan Kemenpar Recovery pariwisata Bali dengan Diplomatic Tour “Ambassador’s Outing to Bali

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Kehadiran 100 Delegasi yang terdiri dari 60 Embassy dari 38 negara dan 4 Institusi Internasional, serangkaian dengan kegiatan Diplomatic Tour “Ambassador’s Outing to Bali”, diharapkan bisa merecovery kondisi pariwisata Bali. Dengan disuguhkan berbagai kegiatan, seperti Welcome Dinner di Taman Bhagawan (23/2), “Ring of Fire Tour” ke Tirta Gangga, Kintamani dan Tegalalang (24/2), “Sincia With Love” Gala Dinner di Pulau Peninsula The Nusa Dua (24/2), dilanjutkan dengan Sunday Morning Golf di Bali National Golf Club, Spa di M Spa dan kegiatan lainnya (25/2) di Museum Pasifika dan Bali Collection untuk para Duta Besar. Para duta besar diajak melihat sendiri dan menyebarkan informasi yang benar, terkait kondisi Bali saat ini. Kehadiran mereka sekaligus untuk mengcounter berbagai pemberitaan yang memiliki pengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Bali. “Ini adalah inisiatif kita untuk melakukan langkah recovery kepada pariwisata Bali. Saat christmas kemarin kita ke Bali dan melihat dampak erupsi gunung agung ini. Dari situlah terpikir untuk melakukan langkah recovery,”ujar Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Abdurrachman Fachir usai mengikuti Gala Dinner ‘Sincia With Love’ di Pulau Peninsula (24/2).

 

Ia mengaku telah berpesan kepada duta besar terkait, setelah mereka diajak untuk melihat kondisi Bali secara langsung. Maka tugas mereka adalah untuk menyebarluaskan foto-foto mereka selama di Bali, kepada keluarga, teman, bahkan rakyat di negara masing-masing. Baik itu diunggah di twiter, website, instagram dan media sosial lainnya. Ha tersebut diakuinya akan berdampak besar, kendati mereka hanya mengikuti beberapa kegiatan. Tapi melalui informasi yang mereka dapat secara langsung, itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam upaya meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke Bali. “Terkait wisatawan Cina, memang belum sepenuhya normal. Makannya yang kita datangkan adalah salah satu duta besar dan wakil tetap Cina untuk Asean. Semoga mereka ini menikmati Bali, saya bersama segenap mayarakat Bali siap menjamu mereka. Tolong kenikmatan ini dibagi kepada warga mereka masing-masing,”pungkasnya.

 

Ketua Gipi Bali, IB Agung Partha tidak memungkiri selam ini wisatawan Cina yang berkunjung ke Bali, pasca sempat ditutupnya bandara Ngurah Rai masih setengah-setengah. Dalam artian belum sepenuhnya normal seperti sebelumnya. Karena itulah kedatangan para duta besar, utamanya dubes Cina diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi bali sesungguhnya saat ini. “Para duta besar ini heran ketika kita ajak ke sejumlah tempat, seperti ke Karangasem yaitu ke besakih, tirta gangga, taman bhagawan di Tanjung Benoa. Dimana masyarakatnya masih seperti biasa melaksanakan aktifitasnya. Tidak seperti yang mereka bayangkan, sehingga berita-berita yang positif ini kita perlu sebar luaskan,”terangnya.

 

Sementara Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menerangkan, sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam sektor pariwisata, ITDC memiliki tanggung jawab untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata. Termasuk dalam mendukung Bali Recovery dan mewujudkan target kunjungan wisatawan sebanyak 17 juta di tahun 2018 dan 20 juta di tahun 2019. Dimana Bali memberikan kontribusi sebesar 40% terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. “Duta Besar merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan terkait Travel Advisory dari sebuah negara.  Kami harapkan, setelah kunjungan ke Bali ini, para Duta Besar negara sahabat dapat merekomendasikan Bali sebagai tujuan wisata yang aman dan mendukung perubahan kebijakan mengenai larangan kunjungan wisatawan dari negara masing-masing, sekiranya ada. Khusus untuk The Nusa Dua, kami juga  ingin memperlihatkan bahwa kawasan ini sangat aman dan siap untuk dikunjungi setiap saat oleh wisatawan.”paparnya.

 

Untuk mendukung upaya recovery, pihaknya mengaku terus menggalakkan event di Nusa Dua. Baik itu bekerjasama dengan pihak hotel, maupun menyelenggarakan event lain untuk mempromosikan The Nusa Dua sebagai preferred event destination di Indonesia. Seperti Bali Blues Festival pada bulan Mei, Nusa Dua Light Festival pada bulan Juni-Juli, Nusa Dua Fiesta pada bulan Oktober, dan events lainnya. Kendati sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan pada tiga bulan terakhir di tahun 2017, akibat letusan abu Gunung Agung. Namun The Nusa Dua tetap mencatat peningkatan kunjungan di tahun 2017 yang mencapai okupansi sebanyak 80 persen, jika dibanding dengan tahun 2016 yang berkisar 70-75 persen. “Tahun 2017 secara total kunjungan wisatawan memang relatif cukup tinggi. Wisatawan Cina masih cukup signifikan pengaruhnya di Nusa Dua, kita harapkan wisatawan cina ini bisa menjadi backbone kedepan. Memang beberapa bulan sempat turun, tapi setelah direcovery. Sudah hampir 80 persen wisatawan kembali normal dalam waktu 2 bulan,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!