Kemenhub Tolak Bus AKAP Kembali ke Ubung

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menolak permintaan sopir AKAP (Antarkota Antarprovinsi) agar diizinkan kembali ke terminal Ubung untuk sementara waktu sampai terminal Mengwi selesai ditata dengan baik.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba usai menemui Kemenhub di Jakarta, Jumat (9/2). Pada kesempatan itu Tamba didampingi seluruh anggota komisi III, di antaranya Kadek Diana, Wayan Adnyana, Wayan Disel Astawa. Mereka diterima oleh Kasubdit Angkutan Orang Kemenhub Syafrin Liputo, Kasi Angkutan Orang Rudi Irawan dan Kasi AO TDT, Astri Widiani.

Berdasarkan penjelasan Kemenhub, kata Tamba, bus AKAP tidak boleh mangkal di terminal Ubung, karena status terminal tersebut tipe C. Adapun bus AKAP hanya bisa mangkal di terminal Mengwi yang berstatus tipe A. Jika bus AKAP dikembalikan ke terminal Ubung, itu jelas melanggar aturan.

“Pak Syafrin (Syafrin Liputo, Kasubdit Angkutan Orang Kemenhub) menjelaskan pemindahan operasional bus AKAP ke terminal Ubung bertentangan dengan regulasi. Bila dibiarkan nanti akan berlarut dan susah ditertibkan,” ungkap Tamba.

Bakal calon anggota DPR RI dengan tagline TMS (Tamba Menuju Senayan) ini mengatakan, Terminal Mengwi menjadi kewenangan Pusat. Menurut Tamba, Kemenhub berjanji akan segera menata terminal Mengwi.

“Karena masih dalam masa transisi, Kemenhub sudah memeiliki rencana umtuk menata terminal Mengwi secara komperensif supaya menjadi etalase Bali selain Bandara Ngurah Rai. Kemenhub akan siapkan feeder-nya, bekerjasama dengan Dishub Bali. Kemenhub akan berikan subsidi angkutan perkotaan untuk mengangkut penumpang di Terminal Mengwi,” jelas Tamba.

Untuk diketahui, operasional bus AKAP awalnya berada di Terminal Ubung. Namun, sejak 23 Oktober 2017, bus AKAP resmi dipindahkan ke Terminal Mengwi, setelah terminal Ubung ditetapkan sebagai terminal dengan status tipe C, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Denpasar Nomor 188.45/1060/HK/2016. Karena itu, fungsi Terminal Ubung hanya untuk angkutan pedesaan dan angkutan perkotaan. Adapun terminal Mengwi menyandang status tipe A.

Pemindahan itu mendapat keluhan dari sopir Bus AKAP tersebut. Ratusan sopir dan penjual tiket Bus AKAP di Terminal Mengwi yang tergabung dalam Paguyuban AKAP Bali mengadu ke DPRD Bali, Senin (5/2).

Mereka diterima oleh ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, anggota Komisi III DPRD Bali dari Dapil Denpasar I Wayan Kariarta. Ikut juga menerima mereka adalah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana dan Organda Bali.

Kepada wakil rakyat tersebut, mereka meminta agar bus AKAP kembali beroperasi di Terminal Ubung sampai terminal Mengwi benar-benar siap digunakan. Mereka mengaku mengalami kerugian sejak dipindahkan ke Terminal Mengwi. Jumlah penumpang menurun hingga 80 persen karena banyak penumpang lebih memilih angkutan travel.

Mereka mengungkapkan, selama ini banyak angkutan travel tidak resmi yang memanfaatkan kondisi jauhnya Terminal Ubung ke Terminal Mengwi. Angkutan travel dinilai melakukan praktek curang dengan mengambil penumpang yang harusnya hanya boleh dilayani bus AKAP. Penumpang pun lebih memilih menggunakan angkutan travel karena ketiadaan angkutan kota yang mengantar ke Terminal Mengwi untuk dapat menumpang AKAP.

Pada dasarnya mereka tidak mempersoalkan dipindahkan ke Terminal Mengwi, sepanjang pemerintah sudah menyiapkan jaringan trayek yang memadai. Karena itu, sambil pemerintah menyiapkan jaringan trayek tersebut, mereka meminta agar bus AKAP bisa dikembalikan ke Terminal Ubung.***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *