Kelian Subak Pala Mertha Dituding Klaim Tanah Koperasi

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI ONLINE – Sejumlah anggota Subak Palamerta Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, mendatangi Polsek Melaya. Kedatangan warga tersebut, hendak melaporkan mantan kelian Subaknya yakni I Made Windia lantaran diduga memalsukan dokumen sertifi kat tanah milik koperasi yang diklaim menjadi milik pribadinya.

Dari pantaua POS BALI senin (8/8) kedatangan sekitar 30 warga subak yang diantarkan oleh Kelian Subak Pala Mertha yang baru yakni Komang Karta diterima langsung oleh Jajaran Polsek Melaya. Dilaporkannya ke Polsek Melaya oleh warga subak, berawal dari pergantian kelian subak pada bulan Desember 2014 lalu yang langsung menyerahkan baik inventaris maupun koperasi Sri Mertha Asih milik subak, terhadap pengurus yang baru. Saat itu, mencuat kalau tanah milik koprasi yang selalu muncul saat rat menjadi milik pribadi mantan kelian subak I Made Windia, sehingga warga melaporkan hal ini ke Polsek Melaya. Selain hal tersebut, warga subak juga menuding kinerja mantan klian subak ini tidak transparan, dan merangkap menjadi Ketua koperasi dalam subak itu sendiri ala manejemen dagang sate.

Parahnya lagi, setelah I Made Windia berhenti menjadi kelian subak dan mengurus koperasi terungkap tanah milik Koperasi diklaim menjadi miliknya sendiri. Padahal tanah tersebut, tahuntahun sebelumnya saat rat selalu muncul sebagai milik koperasi. Namun, setelah diserahterimakan tanah yang selalu muncul dalam rat tidak ada. Saat ditanyakan, dikatakan tanah tersebut adalah miliknya pribadi. Parahnya lagi, mantan kelian Subak pala Mertha I Made Windia sebelum masa jabatannya habis, bulan Desember 2014 lalu menyewakan mesin dryer (pengering gabah) bantuan dana hibah Kementrian Pertanian tahun 2007 sebanyak 1 Milyar milik subak setempat kepada salah seorang pengusaha penyosohan beras asal Kelurahan Sangkaragung, tanpa sepengetahuan dari warga subak.

Lebih lanjut, warga subak juga mengatakan, dalam pembentukan koperasi ini, sebenarnya dana awalnya dari urunan warga subak serta mendapat bantuan dana abadi pada tahun 2000 dari proyek ketahanan pangan (PKP) kurang lebih sekitar Rp 200 juta. Namun hingga saat ini aset koperasi tersebut sudah mencapai milyaran rupiah. Kapolsek Melaya Kompol Ketut Darmita senin (8/8) saat dikomfi rmasi membenarkan puluhan warga subak mendatangi Polsek. Sementara, disisi lain, Mantan Kelian Subak Pala Mertha Made Windia mengatakan, awalnya memang tanah itu dibeli untuk kepentingan koprasi tersebut dengan menggunakan uang sendiri. Namun anehnya mengapa ini diributkan sekarang sehingga kuat dugaan ada kepentingan. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!