Kelan Inginkan Penataan dan Pengelolaan Pantai, Dewan Siap Kawal

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Desa Kelan tidak dipungkiri menjadi salah satu wilayah, yang memiliki luasan relatif terbatas dibandingkan dengan wilayah lainya di Kuta. Namun kondisi pantai yang terletak disebelah apron bandara ternyata memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Menyadari kondisi tersebut, beberapa kelompok masyarakat telah mengkemas kawasan tersebut menjadi wisata kuliner dengan panorama etnic. Sayangnya kondisi tersebut dinilai belum optimal, sehingga pihak Desa Adat berencana meminta Pemkab Badung untuk melakukan penataan. “Kita juga akan meminta SK pengelolaan kepada Pak Bupati, sehingga potensi itu bisa digarap secara maksimal sebagai salah satu obyek wisata pantai alternatif di wilayah Kabupaten Badung,”terang Bendesa Adat Kelan, Wayan Sukerena ditemui Senin (12/11) malam.

 

Dipaparkannya, kondisi Pantai Kelan saat ini memerlukan sentuhan penataan dari Pemkab Badung. Sehingga kondisi pantai bisa benar ramah terhadap pantai dan masyarakat juga bisa menikmatinya sebagai pantai rekreasi.

 

Menanggapi harapan tersebut, Anggota DPRD Badung Dapil Kuta, Gusti Anom Gumanti menilai bahwa harapan krama Desa Adat Kelan untuk mengelola Pantai Kelan, merupakan suatu hal yang wajar. Selaku dewan pihaknya tentu mendukung dan mendorong masyarakat, untuk senantiasa berupaya menjadi tuan di rumahnya sendiri melalui sektor perekonomian. Namun masyarakat Kelan diharapkannya juga bisa menyamakan persepsi dan menyatukan aspirasi, untuk kemudian dituangkan dalam sebuah konsep pengelolaan, yang benar-benar menggambarkan keinginan masyarakat Kelan. Sebab pemerintah kabupaten Badung tentinya menginginkan pembangunan yang dilakukan nantinya sesuai harapan dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Sebenarnya rencana ini sudah lama dipikirkan pak Bupati, hal itu merupakan wujud nyata dari komitmen Bupati Badung dalam hal pemberdayaan masyarakat. Kalau memang masyarakat tidak keberatan, maka Pak Bupati akan segera menyusun blueprint, grand design, dan seterusnya sampai realisasi,” sebut Anom Gumanti.

 

Aspirasi masyarakat Kelan tersebut dinilainya tentu tidak bisa hanya disampaikan secara lisan, melainkan berbentuk tertulis. Sebab nantinya pemerintah tentu akan menindaklanjuti hal tersebut melalui langkah pengkajian. Dengan demikian maka desain pengelolaan dan penataan Pantai Kelan, bisa semakin sempurna bagi masyarakat dan pemerintah.  Alangkah lebih baik lagi jika masyarakat Kelan bisa menggambarkan desain penataan yang diinginkan, termasuk manajemennya nanti. Sebab hal itu sekaligus menunjukkan keseriusan masyarakat, untuk melakukan penataan ataupun pengelolaan terhadap Pantai Kelan. “Saya tentu sangat siap mengkawal aspirasi itu. Apalagi itu adalah aspirasi masyarakat adat Kelan sendiri. Prinsipnya, seluruh aspirasi yang menyangkut kebutuhan masyarakat, itu akan kita kawal penuh. Terbukti, di setiap APBD, yang namanya skala prioritas, kebutuhan dasar, ataupun yang terangkum dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), itu pasti kita kawal,”tegas pria yang akrab di sapa AG. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!