Kekosongan Kursi Wabup Pengaruhi Kinerja Tim Pengentasan Kemiskinan di Lobar

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Kinerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Lobar disorot dewan. Bagaimana tidak, tim pengentasan kemiskinan itu terkesan kurang koordinasi dikarenakan kosongnya posisi Ketua TKPKD yang seharusnya diisi Wakil Bupati.

Khatib Qaswaini selaku Ketua Fraksi NasDem beberapa waktu lalu mengkritisi hal itu. Menurut dia, dengan kekosongan posisi Wabup Lobar yang seharusnya menjadi Ketua TKPKD Lobar seharusnya bisa diambil alih Sekda Lobar. “Seharusnya Sekda ini punya inisiatif untuk mengambil alih,” cetusnya.

Dikatakan, angka kemiskinan di Lobar sejauh ini masih terbilang tinggi. Dari target tahun 2015, angka kemiskinan berkurang menjadi 15,88 persen, namun realisasinya hanya 17,2 persen. Artinya, terdapat defi sit realisasi target sebesar 1,32 persen. Pembangunan yang sudah berjalan pun tak mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifi kan.

Ditambahkan Khatib, dengan kosongnya kursi Wabup Lobar selaku Ketua TKPKD membuat belum maksimalnya koordinasi yang dilakukan masing-masing SKPD teknis. Tak hanya itu, sering terjadi tumpang tindih program yang dilakukan masing-masing SKPD tersebut.

Dikonfi rmasi terpisah, Kepala Bappeda Lobar DR. H. Baehaqi menilak jika TKPDK dikatakan kurang bekerja maksimal. Menurut dia, proses pengentasan kemiskinan sejauh ini berjalan cukup cepat. Bahkan, di NTB, tingkat penurunan angka kemiskinan di Lobar tergolong cukup bagus. “Program percepatannya sudah kita rancang dalam Center Plan Clinic (CPC),” katanya.

Disambungnya, dengan adanya CPD, hal itu dilakukan untuk mempercepat target indikasi utama dari RPJMD yang kaitannya dengan percepatan kesejahteraan masyarakat mellaui penurunan angka kemiskinan dan juga penurunan angka pengangguran di Lobar. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!