Kejiwaan dan Spiritual Pengungsi Perlu Dibenahi

posbali.id
Prof L.K Suryani

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Pembenahan psikologi atau kejiwaan perlu juga disentuh agar pengungsi merasa tenang dan tak gelisah. Di samping itu, kenguatan secara spiritual tak bisa dipandang sebelah mata.

Psikiater Prof L.K Suryani di Denpasar menilai sudah saatnya kerohanian dan spiritual pengungsi penting mendapat perhatian. Khususnya di tengah  Kecemasan, keragu-raguan, bimbang dan depresi yang berat kini menghantui para pengungsi .

BACA JUGA : 

Menurut Suryani,pikiran pengungsi tak sedikit yang kacau karena memikirkan harta benda sehingga pesimistik dalam menjalani hidup akan membayangi.  Saat ini, pengungsi kata Pendiri  Suryani  Institute for Mental Health (SIMH) ini  perlu ketenangan dan keheningan. Jika dua hal itu telah tercipta, ia optimis stress dan depresi bisa diminimalisir.

“Saya percaya ketenangan warga akan mempengaruhi ketengan Gunung Agung,”tambahnya akhir pekan lalu. Untuk itu, ia meminta aktivitas spiritual baik dengan bersembahyang bersama atau meditasi di lokasi pengungsian, sebenarnya bisa dilakukan. Apalagi, aktivitas mereka tidak terlalu banyak selain menunggu waktu kapan gunung Agung akan erupsi sembari bersiap menerima  arahan Pemerintah untuk pulang lagi.

BACA JUGA : 

Ia juga berharap, agar pengungsi menyudahi keluhan-keluhan yang hanya akan menguatkan pesimistis dalam menjalani kehidupan sebagai cobaan dari Tuhan ini. Alahkan baiknya, jika warga mulai berinisatif menenangkan diri dan tidak emosinal menyikapi kondisi bencana saat ini yang tak menentu.

Ia juga membuka diri, jika diperlukan akan membuka tangan menenangkan dengan kegiatan olah nafas dan meditasi sederhana. Menurutnya, meskipun ditempat pengungsian, meditasi bisa dilakukan asalkan masyarakat mau melakukannya. kaw

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!