Kasih Sayang Allah untuk Semua Hamba-Nya

posbali.id

Muhamad Samsudi

MANUSIA lahir, hidup dan berkembang karena kasih sayang Allah SWT. kesehatan, harta benda, pasangan hidup, anak-anak yang baik, ilmu yang bermanfaat, pengetahuan yang luas dan jiwa yang lapang, semua merupakan wujud kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya yang bernama manusia. Hebatnya, kasih sayang Allah tidak hanya diberikan kepada orang yang taat saja, akan tetapi diberikan juga kepada manusia tanpa pandang bulu. Berapa banyak orang jahat yang tetap diberi nikmat.

Betapa banyak orang kafi r yang mendapatkan kasih sayang-Nya. Contohnya rahmat siang dan malam, semua yang hidup dimuka Bumi mendapatkan hal yang sama. Sebagaimana firman Allah dalam al-qur’an surat al-qashash ayat : 73, “Dan diantara Rahmat Tuhan, dijadikannya untukmu malam dan siang, supaya kamu dapat beristirahat pada malam itu dan supaya kamu dapat mencari karunia Tuhan (pada siang hari) mudah-mudahan kamu berterima kasih.”

Hanya saja, bagi mereka yang taat, Allah memberikan rahmat yang tidak putus hanya di dunia saja tetapi dari dunia sampai akhirat. Sedangkan orang kafi r banyak mendapatkan rahmat sebatas di dunia saja. Bagi Allah memberi rahmat kepada manusia bukan tuntutan dan desakan dari siapapun. Baik diminta ataupun tidak, Allah telah menatapkan atas diri-nya sendiri untuk selalu memberi rahmat, sebagaimana fi rmanya dalam al-qur’an surat al-an’am ayat 12, “Allah telah mewajibkan diri-Nya memberi rahmat.” Dan dalam haditsnya Rasulullah saw bersabda,”sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Satu rahmat diturunkan dan di bagikan diantara jin, manusia, hewan-hewan besar dan kecil. Dengan rahmat yang satu ini, semua makhluk tersebut saling sayang menyayangi dan kasih mengasihi.Dengan rahmat yang satu ini seokor keledai yang liar menyayangi anaknya.Adapun rahmat yang Sembilan puluh Sembilan lagi disimpan bagi kehidupan di akhirat.Dengan rahmat yang itulah Allah akan mengasihi hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Sebagai salah satu wujud kasih sayang Allah juga ialah mengutus Muhammad  sebagai Rasul, Nabi dan uswatu hasanah (teladan yang baik) terutama dalam menyebarkan kasih sayang kepada sesama makhluk Allah di muka Bumi. Kehadirannya semata-mata untuk berbagi rahmat kepada sesama manusia.

Sejak beliau lahir, tumbuh menjadi anak-anak, berkembang menjadi remaja, lalu dewasa, tua dan akhirnya meninggal dunia, semua didedikasikan untuk menyebarkan kasih sayang kepada manusia. Beliau curahkan kasih sayang, baik untuk yang beriman maupun tidak, baik yang menerima maupun yang menolak, baik yang taat maupun yang menentang. Tidak ada manusia yang kasih sayangnya sebaik dan seistimewa kasih sayang yang pernah di tunjukkan beliau, sebagaimana Allah jelaskan dalam al-qur’an surat  attaubah ayat 128, ”sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

Dalam Islam, sikap peduli tak sekedar ditunjukan kepada orang yang mempunyai hubungan kekerabatan saja. Kasih sayang dan kepedulian juga ditunjukan kepada pihak yang tersambung oleh pertemanan, ketetanggaan baik jauh maupun dekat, bahkan juga kepada orang yang tidak dikenal sama sekali, seperti orang yang sedang dalam perjalanan, dan orang yang kekurangan. Pengejawantahan rahmah (kasih sayang) dalam konsep Islam tidak terbatas pada manusia saja, tetapi kepada hewan dan lingkungan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nabi mewajibkan kepada pemilik hewan untuk menunaikan hak hewan dalam penyembelihannya, misalnya, tidak menyembelih seekor hewan di depan hewan yang lainya. Kepedulian kepada hewan ini bahkan memiliki keutamaan dapat menghapus dosa besar seperti zina, sebagaimana di ceritakan Nabi dalam riwayat Bukhari, tentang seorang wanita tuna susila yang memberi minum anjing yang kehausan. Itulah sebabnya Rasul bersabda, “berbuat baik pada setiap yang hidup ada pahala,” (Hadits riwayat Bukhari).

Didalam Al-qur’an surat al-furqon ayat 63-76 Allah menyifati orang-orang yang mendapat rahmat dan hidup dalam komunitas marhamah sabagai ibadurrahman. Cirri-cirinya mereka adalah  rendah hati, menjauhi orang bodoh, tekun beribadah, rajin berdo’a, bersikap seimbang (tawazun), bertauhid, tidak membunuh, tidak berzina, senantiasa bertaubat, tidak bersumpah palsu, serius dan tidak suka bermain-main, tidak menutup telinga dan mata serta menjadi pemimpin yang efektif. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!