Kapolres Lobar dan KLU Berganti

LOBAR, POS BALI – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik Pilkada untuk Gubernur NTB maupun Bupati Lobar, perombakan justru dilakukan Polri. Kendati tak ada kaitannya, pergantian posisi Kapolres di Lobar dan kapolres KLU dimana sertijabnya sendiri dipimpin Kapolda NTB Irjen Firly, Selasa (5/12).

Kapolres Lobar yang sebelumnya dijabat AKBP I Wayan Jiartana akhirnya digantikan oleh AKBP Heri Wahyudi, sementara Kapolres KLU yang dulu diemban oleh AKBP Rifai digantikan oleh AKBP Afriadi Lesmana. Sertijab sendiri dilakukan di halaman Polres Lobar yang dihadiri Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan Ketua DPRD Lobar Hj. Sumiatun.

Sesuai Telegram Rahasia (TR) Mabes Polri, tertanggal 16 November 2017, AKBP I Wayan Jiartana diangkat menjadi Wadir Binmas Polda Bali. Sementara AKBP Rifai diangkat menjadi Pamen di Polda NTB yang nantinya akan diarahkan sebagai Dirtahti Polda NTB. Dalam sertijab itu sendiri, dilakukan sumpah jabatan kepada pejabat baru, disertai penandatanganan fakta integritas.

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Firly, menyampaikan dalam menjalankan tugasnya selama di Lobar, AKBP I Wayan Jiartana telah memberikan andil untuk pembangunan. Jiartana juga menunjukkan catatan prestasi yang baik dibidang pendidikan dan penegakan hukum.

“Saya berharap prestasi ini bisa dilanjutkan oleh Kapolres baru,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB itu juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemda Klu dan juga Pemkab Lobar. Untuk KLU, pemerintah setempat sudah memberikan lahan untuk pembangunan Mapolres KLU. “Begitu juga dengan Pemda Lobar, kami ucapkan terima kasih atas dukungan kepada Kapolres Lobar yang lama. Semoga dukungan serupa diberikan kepada Kapolres yang baru,” ungkapnya.

Jendral bintang satu itu juga menyinggung terkait pelaksanaan Pilkada serentak yang akan berlangsung 2018 mendatang. Dirinya mengigatkan kepada seluruh Kepolisian NTB untuk bersifat netral dan tidak ikut politik pratis. “dan untuk calon kepala daerah, tidak mengajak atau mengiming-imingi untuk mendukung  salah satu calon,” ujarnya.

Menurut dia, Pemilu tersebut merupakan sarana untuk mencapai tujuan Indonesia yang tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar. Menurutnya Kapolres bekerja dalam rangka pilkada itu tidak sendiri, sebab terdapat unsure lain seperti TNI, KPU, Panwaslu,Tokoh Agama hingga Tokoh Masyarakat. “Kepada masyarakat silahkan memberikan dukungan kepada calon, dengan hadir di TPS, memberikan suara di TPS. Itu dukunganya,” tutupnya kemudian. 033

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *