Kantor DPRD KLU Disegel Warga

posbali.id

4 Kali Kunker, Warga Mempertanyakan Hasilnya

 

KLU, POS BALI ONLINE – Ratusan warga segel kantor DPRD Kabupaten Lombok Utara(KLU), Senin (15/8). Aksi itu merupakan buntut dari laporan dewan terhadap warga kecamatan Bayan (RABred) yang dianggap menghina institusi lembaga dewan Lombok Utara.

Aksi ratusan warga dilakukan sebagai aksi protes terhadap tindakan dewan yang dianggap terlalu reaktif dalam menyikapi tulisan warga di akun media sosial (medsos) yang dianggap menghina kemudian melaporkan ke kepolisian.

Warga yang tergabung dalam beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Lombok Utara itu menggelar aksi menuntut dewan mencabut laporannya ke kepolisian, selain itu menuntut dewan transparan terhadap penggunaan anggaran dalam rangka kunjungan kerja yang dianggap menghabis- habiskan anggaran daerah, kendati menurut mereka hasil kunker selama ini nol sedangkan anggaran daerah dihabiskan sebesar Rp9,14 miliar setiap tahun. Terbukti, selama ini dewan belum sama sekali melahirkan usulan peraturan daerah (Perda) inisiatif. Padahal anggaran yang dikeluarkan daerah selama ini cukup besar. “Dewan terhormat ternyata anti terhadap kritik masyarakat. Padahal mereka dipilih oleh masyarakat. Yang dilakukan dewan Lombok Utara sangat berlebihan. Demikian itu mencerminkan bahwa dewan kita Seperti anak kecil,” kata Anton dalam orasinya.

Menurutnya RAB yang mengkritik kualitas dewan yang rutin keluar daerah dengan menghabiskan anggaran daerah kurang lebih sebesar Rp440 juta setiap kali keluar daerah itu tidak salah. Karena kalau melihat dari kinerja dewan selama ini tidak cukup maksimal dalam merealisasi prolegda. Dari 27 usulan Pemerintah dewan hanya baru bisa menyelesaikan 11 saja. Sementara itu tidak pernah satu pun dewan melahirkan Perda. “Lalu apa kerjaan dewan yang selama satu bulan 4 kali melakukan kunjungan kerja,” teriak Anton.

Kalau memang tidak terima dengan kritikan dari masyarakat, lanjutnya, jangan jadi dewan. Jangan lupa bahwa dewan itu dipilih oleh masyarakat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Jangan marah kalau masyarakat mempertanyakan bagaimana hasil kinerja kalian.

Demikian Anton, koordinator Aksi, Agus Salim juga meneriakkan bahwa dewan bukanlah manusia suci yang tidak bisa di kritik oleh rakyat. Upaya represif dewan yang berniat memenjarakan warganya ini sama saja merupakan bentuk penodaan perwakilan rakyat terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Undang- undang.

“ Oleh karena itu kami atas masyarakat KLU bersatu dalam Aliansi Masyarakat Menolak Kriminalisasi Warga menggelar aksi solidaritas untuk RAB menuntut dewan mencabut laporannya ke polisi itu 1×24 jam,” teriak Agus.

Selain itu, disebutkannya bahwa hasil realisasi kunker dewan selama ini harus terbuka. membuat pernyataan resmi dan meminta maaf melalui media. Dewan dihimbau untuk mengurangi kunker yang tidak bermanfaat guna mengefi sienkan anggaran daerah. Yang terakhir adalah dewan tidak lagi melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat yang melakukan kritik terhadap dewan.

“ Upaya ini bentuk protes kami akan kinerja dewan yang kami nilai terlalu membuat- buat kegiatan dengan dalih kungker. Karena anggaran daerah cukup besar dikeluarkan untuk kungker yang tidak berkualitas dan memberikan perubahan kepada daerah,” tutupnya.

Pantauan koran ini, warga yang datang dari berbagai wilayah kecamatan itu datang sekitar pukul 9:00 WITA dan dikawal ratusan aparat kepolisian resort Lombok Barat. Merak sempat memaksa masuk ke gedung dewan maupun sekretariat dewan. Warga yang tidak berhasil menemukan satupun anggota dewan kemudian menyegel kantor sekretariat maupun gedung dewan kemudian melemparinya dengan telur busuk dan tomat. Mereka berjanji akan datang dengan masa lebih besar jika tuntutan mereka tidak didengar. 034

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!