Kandidat Ingkar Bangun Stadion Internasional, Kini Janji Bangun GOR Mewah

posbali.id

DENPASAR, POSBALI.ID – Masih ingat janji salah satu kandidat calon Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta pada masa kampanye tahun 2013? Dilangsir Antara, Sudikerta yang ketika itu juga menjadi calon Wakil Gubernur Bali melontarkan janji muluknya akan membangun stadion bertaraf internasional di Pecatu. Tak hanya itu, sebagai penunjang stadion tersebut, Sudikerta ketika itu juga menjanjikan membangun sirkuit motor di kawasan Bali bagian barat.

Namun, hingga kini janji membangun stadion internasional itu tak kunjung direalisasikan. Kegagalan pembangunan stadion itu karena terganjal masalah lahan dan anggaran. Kendati janji politik sebelumnya tak bisa dipenuhi, pada Pilgub Bali 2018 ini, Sudikerta yang kembali menjadi calon Wakil Gubernur Bali berpasangan dengan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Mantra-Kerta) membuat iming-iming janji baru yang akan membangun GOR Ngurah Rai yang megah di Denpasar.

Sudikerta bahkan sudah membuat desainnya. “Kami sudah siapkan desain untuk pembangunan GOR Ngurah Rai yang megah di Denpasar,” jelas Sudikerta, sambil menunjukkan desain GOR Ngurah Rai yang sudah dirancang tersebut, di sela-sela kampanye di kabupaten Buleleng, Minggu (13/5/2018). Menurut Sudikerta, GOR Ngurah Rai itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang prestasi atlet Bali, bahkan dilengkapi hotel. “Kita bangun dengan fasilitas yang lengkap. Ada hotel juga. Mantra-Kerta sudah siapkan yang terbaik bagi para pemuda kita di dunia olahraga,” katanya.

Anggaran pembangun GOR megah dengan fasilitas lengkap termasuk hotel, tentu membutuhkan dana yang tak sedikit. Namun, Sudikerta mengklaim anggarannya sudah ada. “Anggarannya ada, tinggal dibangun saja (GOR Ngurah Rai, red)” kata Sudikerta. Padahal soal ketersediaan anggaran, Mantra-Kerta kini sedang disorot karena menjanjikan bantuan Rp500 Juta tiap Desa Pakraman per tahun. Janji tersebut dinilai banyak pihak tidak realistis dan tidak masuk akal, karena tidak didukung dengan kemampuan anggaran Provinsi Bali. Pada tahun 2018, target Pendapatan Daerah Provinsi Bali mengalami penurunan sebesar Rp272 Miliar Lebih.

Penurunan pendapatan Daerah ini menyebabkab ABPD tahun 2018 mengalami defisit yang cukup tinggi mencapai Rp683 Miliar Lebih. Berkaca pada pengalaman kegagalan memenuhi janji membangun stadion internasional di Pecatu, dan keterbatasan anggaran yang dimiliki Provinsi Bali, akankah janji membangun GOR megah ini akan direalisasikan oleh Mantra-Kerta jika terpilih pada Pilgub Bali? Hanya masyarakat sendiri yang bisa menilainya. rls

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!