Kades Pemogan Bantah “Adili” Gungde Aryawan

posbali.id

Warga Diminta Lontarkan Pernyataan Berdasarkan Pararem Desa Pakraman

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Kepala Desa (Kades) Pemogan, I Nyoman Gede Wiryanata, SE., menolak atau membantah disebut “mengadili” salah satu warganya, AA Gede Aryawan atau Gungde Aryawan terkait dengan sejumlah pernyataannya yang dilontarkan di salah media terbitan lokal di Bali.

“Kita tidak mengadili, kita hanya meminta klarifi kasi, apa benar yang dilontarkan seperti yang dimuat di koran (salah satu koran lokal di Bali, red) itu,” tegas Kades Pemogan,  I Nyoman Gede Wiryanata, SE, saat ditemui POS BALI, Kamis (6/10).

Sebagaimana diberitakan POS BALI Kamis (6/10), dinilai melawan keputusan desa adat terkait penolakan reklamasi Teluk Benoa, Gungde Aryawan, warga Desa Adat Kepaon, Desa Pemogan, Denpasar “diadili” di Kantor Desa Pemogan pada Rabu (5/10). Gungde Aryawan selama ini diketahui bersuara keras menentang aksi penolakan reklamasi apalagi dengan melibatkan desa adat di dalamnya.

Pertemuan di Kantor Desa Pemogan tersebut dihadiri Kades Pemogan I Nyoman Gede Wiryanata, Jro Bendesa Kepaon IB Suteja, Jro Bendesa Pemogan AA Ketut Arya Ardana, para Kadus dan Kelian Adat se-Desa Pemogan, serta BPD dan LPM setempat.

Bendesa Pakraman Pemogan, IB Suteja, S.Pd.H, menjelaskan bahwa Desa Pakraman Pemogan dan Kepaon serta Desa Dinas Pemogan sejak awal sudah sepakat berdasarkan hasil keputusan rapat menolak reklamasi Telok Benoa. “Sampai saat ini kita tetap menjaga rencana pelaksanaan reklamasi tersebut. Kita di sini di dua Desa Pakraman sudah menuangkan kegiatan-kegiatan dalam Pasubayan,” tegasnya.

Pemanggilan terhadap Gungde Aryawan, Rabu (5/10) malam, terkait dengan pernyataan-pernyataannya yang dimuat di sebuah koran lokal di Bali, yang mengatasnamakan kelembagaan. Pihak dua Desa Pakraman dan Desa Dinas Pemogan lalu meminta klarifi kasi terhadap penyataan yang dilontarkan ke media tersebut.

Dikatakan IB Suteja, pihak Desa Pakraman tidak melarang seseorang menyampaikan pendapatnya, asal tidak mengatasnamakan lembaga. “Kalau pernyataan yang disampaikan itu secara pribadi, tidak mengatasnamakan lembaga, kami tidak keberatan. Namun Gungde Aryawan menyampaikan pernyataannya atas nama lembaga. Apalagi yang bersangkutan tidak lagi sebagai Ketua Karang Taruna,” tegas IB Suteja yang juga dibenarkan Kades Pemogan, Wiryanata.

Ditegaskan kembali IB Suteja, secara kelembagaan Pemogan dan Kepaon sudah sepakat sejak awal menolak rencana reklamasi di Teluk Benoa. Pemanggilan Gungde Aryawan hanya sebatas minta klarifi kasi, apakah benar apa yang disampaikan sesuai yang dimuat di koran. “Itu tujuannya kami memanggilnya, agar besok-besok tidak berkomentar mengatasnamakan lembaga. Kalau haknya pribadi tidak mempersoalkan, itu hak orang silahkan. Tetapi kalau sudah dua Desa Pakraman dan Desa Dinas menolak, harus kita laksanakan,” jelasnya.

IB Suteja menekankan, semua itu bertujuan semata-mata untuk kedamaian masyarakat Pemogan. “Kita tetap ingin bersatu, jangan sampai ada gejolak yang dilakukan oleh seseorang atau dua orang. Kalau mereka mengatasnamakan pribadi, kami tidak keberatan. Sebaliknya kalau mereka mengatasnamakan lembaga, warga keberatan karena sudah ada kesepakatan dan pasubayan,” paparnya.

Terkait dengan sanksi bagi warga yang melanggar kesepakatan atau pasubayan itu, pihaknya tetap melakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu dengan meminta klarifi kasi. Namun saat ini belum diberikan teguran atau sanksi. Karena, semua itu akan diputuskan melalui rapat atau pararem Desa Pakraman. “Kalau mereka mau menyampaikan minta maaf, kita maklumi karena itu semua warga kita,” imbuhnya.

Mengapa kesepakatan tolak reklamasi yang lahirkan Desa Dinas pemogan dan didukung dua Desa Pakraman, karena semua warga ingin menjaga lingkungan  termasuk di Teluk Benoa agar tetap seperti sekarang. 019

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!