Jurus Rai Mantra Pangkas Birokrasi Pirijinan

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID- Pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), menjadikan penataan birokrasi sebagai salah satu target pembangunan dalam pemerintahnya, khususnya berkaitan dengan rantai birokrasi perijinan.

Rai Mantra mengatakan, pemangkasan birokrasi perijinan sesuai dengan semangat reformasi birokrasi yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Di era persaingan global yang semakin terbuka, birokrasi pemerintahan harus bisa beradaptasi guna menunjang pertumbuhan ekonomi,” ujar Rai Mantra di Denpasar, Selasa (10/4/2018)

Menurutnya, birokrasi harus menjadi bagian dari pemicu iklim investasi yang baik. Bukan sebaliknya, menjadi penghambat investasi masyarakat.

Dia menambahkan sudah jadi cerita umum bahwa proses perijinan seringkali berbelit-belit hanya karena keterbatasan sumberdaya manusia dan kelengkapan fasilitas penunjang.

“Ada saja keluhan warga soal birokrasi ini, kadang bukan karena niat menghambat tapi karena pemahaman SDM dan tekhnologi yang kurang mendukung jadi hambatan,” jelas Rai Mantra.

Karena itu untuk memangkas rantai birokrasi, Rai Mantra menekankan pada dua hal. Pertama, rekayasa organisasi dan SDM. Rekayasa organisasi dilakukan dengan memangkas birokrasi yang terlalu panjang.

“Misalnya untuk usaha mikro, kecil dan menengah proses perijinan cukup sampai di tingkat kecamatan. Sehingga warga lebih dekat dengan akses pelayanan dan bisa bwrhemat dari sisi waktu san biaya,” ujarnya.

Sedangkan pembenahan SDM, dengan melakukan evaluasi kompetensi SDM pegawai negeri sipil yang ditempatkan pada di pos-pos yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Kesiapan SDM dimaksud baik dari sisi penguasaan manajerial maupun sikap mental. Birokrasi adalah pelayan masyarakat yang digaji negara untuk memperlancar proses birokrasi

“Sering kita sebut the right man on the right place, jangan sampai mereka yang tidak paham mekanisme birokrasi perijinan malah diberi tugas melayani perijinan sebaliknya yang kompeten di bidang itu malah ditempatkan di bidang lain,” kata Rai Mantra.

Kedua, menata teknologi penunjang. Seiring perkembangan teknologi semua bisa diselaikan melalui mekanisme online dan hemat waktu. Melalui mekanisme online perijinan menjadi lebih cepat dan pastinya lebih transparan.

“Pembenahan tehnologi penunjang mutlak dilakukan, negara lain sudah maju sekali, selesaikan dengan mekanisme online bisa memotong waktu dan tidak harus ramai-ramai antri di kantor perijinan,” tegas Rai Mantra.

Khusus untuk Bali, Rai Mantra pembenahan sudah terbukti dapat berjalan baik di Denpasar melalui pelayanan satu pintu di gedung Sewaka Dharma. Keberhasilan serupa nantinya akan diterapkan di kabupaten lain. Tentu saja dengan penyesuaian sesuai kondisi si wilayah masing-masing.

“Mantra-Kerta menawarkan apa yang sudah dikerjakan. Nantinya jika dipercaya memimpin Bali Mantra Kerta akan melakukan pembenahan dalam hal pemangkasan birokrasi perijinan,” pungkas Rai Mantra.(*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *