Joged Porno, Ternyata Penari Diupah Rp300 Ribu per Orang

BULELENG, POS BALI ONLINE – Video joged bumbung yang tak senonoh beredar di media sosial (medsos), memang membuat citra kesenian Bali tercoreng. Terungkap, tarian joged bumbung tak senonoh itu berasal dari penari Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng yang disewa untuk menari sebesar Rp300 ribu per penarinya.

Hal itu dikatakan, Ketua Panitia acara, Gede Adi Wistara. Pria asal Banjar Kangin, Desa Les ini, acara hiburan yang dimulai dari dangdut hingga joged bumbung ini digelar di lapangan eks penampungan pengungsi, Dusun Pangumbahan, Desa Les. Penari Joged Bumbung itu, ia sewa dari Desa Sinabun dengan sewa Rp300 ribu setiap penari.

Panitia pun menyewa empat orang penari. “Sebenarnya saat perjanjian sewa, panitia tidak ada yang meminta untuk menari porno. Mungkin, euforia saat pentas, sehingga bablas jadinya (Menarinya agak porno, red),” jelas Wistara, Senin (24/11/2017).

Awalnya, kata dia, para penari joged menari sesuai pakem, bahkan tidak ada gerakan erotis. Namun semakin sore, rupanya penari yang ditarikan oleh 4 orang dan puluhan pengibing malah larut, dalam gerakan yang tak senonoh. “Joged itu ditarikan oleh empat penari, ya sekitar jam 3 sore. Awalnya mereka menari biasa, sesuai pakem dan tidak ada gerakan erotis. Tapi saat menari, saya lihat kok ada gerakan agak porno, maka saya langsung tarik, bilang jangan, jangan, jangan porno. Bahkan, panitia sudah mengingatkan agar tidak porno,” kilah Wistara.

Untuk meluruskan persoalan ini, lanjut dia, kini pihaknya tengah memberikan klarifikasi di Polsek Tejakula, terkait acara yang membuat heboh tersebut. Sebab acara yang digelar itu murni untuk kemanusiaan, yang melibatkan hingga 700 tracker yang berasal dari seluruh Bali, dengan menjajal route di seputaran kawasam perbukitan Desa Les. Selain itu, di desa Les juga terdapat pengungsi asal Karangasem yang ditampung.

“Intinya, panitia memang tidak ada unsur kesengajaan, dan kami sudah berusaha mencegah. Ini kan memang acara amal, untuk penggalian dana bagi pengungsi. Acaranya juga dibuka sama pak Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub, red). Ya, agar tidak ada masalah kedepan, saya sekarang ada di Polsek Tejakula untuk memberikan klarifikasi,” pungkas Wistara. 018

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *