Jika Salah, Siap Dihukum

posbali.id

SIKAP penolakan terhadap keberadaan MoU yang berujung dipertanyakannya sikap transparansi dan indikasi pelanggaran yang dilakukan jajaran Pengurus Krama Pura Dalem Karang Jangkong nampaknya belum menemui titik terang. Sikap frontal dari berbagai pihak dengan menggelar aksi demo, hingga melapor ke aparat penegak hukum ditanggapi santai pihak pengurus.

Ketua Krama Pura Dalem Karang Jangkong I Gusti Lanang Brata Sutha kepada POS BALI dalam sebuah kesempatan, mengatakan sebenarnya tidak ada persoalan dijajaran Krama Pura Dalem Karang Jangkong. Pun terkait adanya tudingan-tudingan miring selama ini, dia menganggap itu sebagai bagian berorganisasi. “Yang jelas, semua isu yang muncul itu tidak benar. Kami tidak mempersoalkan itu,” katanya. Secara rinci, Brata Sutha mengklarifi kasi satu persatu persoalan yang muncul. Seperti persoalan lahan parkir yang dipersoalkan. Menurut dia, pihak Hotel Aston Inn memang memiliki semacam kerjasama terhadap pengelolaan parkir tersebut. Kerjasama yang dimaksudkan adalah, pihak Hotel memberikan semacam hibah berupa Paping Blok terhadap lahan seluas 60 are milik Krama Pura Dalem Karang Jangkong. “Jadi kami tegaskan, tidak ada kata sewa. Yang ada hanya hibah berupa paping blok, dimana ke depannya untuk penggunaan lahan parkir tetap menjadi hak Krama Pura Dalem Karang Jangkong. Pihak hotel pun nantinya jika mempergunakan lahan parkir itu tetap akan membayar yang dikelola oleh Krama. Jadi umat yang diutamakan, bukan pihak hotel,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan MoU sebesar Rp 50 juta tersebut ? Brata Sutha mengatakan, MoU itu memang ada, dan pihak Aston memberi bantuan sebesar Rp 50 juta yang sudah ditransfer langsung ke rekening Pura. “Saya pun belum melihat bentuk uang itu,” klarifi kasinya. Kemudian terkait kepengurusannya, Brata Sutha menjelaskan bahwa terpilihnya dia sebagai Ketua Krama Pura Dalem Karang Jangkong bukan pada tahun 2005, melainkan tahun 2007 sehingga masa akhir jabatannya terhitung sejak 2012 silam. Terkait masih bertahannya dia sebagai Ketua, Brata Sutha mengakui bahwa dirinya sudah pernah mengajukan pengunduran diri, akan tetapi para pengamong atau pengempon Pura Dalem Karang Jangkong meminta dirinya untuk melanjutkan. “Malah setiap tahun kami bahas soal kepengurusan itu,” paparnya.

Dikonfirmasi mengenai laporan dari Forum Transparansi Pengelolaan Aset Pura Dalem Karang Jangkong ke polisi, pria yang memiliki dua melati di pundak itu tetap kalem. Namun demikian, sebagai orang yang paham hukum, dia bersama jajarannya dalam kepengurusan Krama Pura Dalem Karang Jangkong tetap proaktif untuk datang ke Polsek Cakranegara. Diakuinya, dirinya sudah menyerahkan data kepada pihak kepolisian sebelum dipanggil. “Berkas MoU itu juga sudah kami serahkan untuk dikaji. Kalau memang saya salah, saya siap dihukum,” tandasnya kemudian. ade

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id
error: PosBali.id Content is protected!