Jika Lakukan Ini, Kartu Nelayan Ditarik

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI – Kekisruhan terkait bantuan mesin tempel perahu berbahan bakar gas (BBG) untuk nelayan yang dinilai salah sasaran di dusun Munduk Asem dan Dusun Rening,  Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana membuat pihak Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana segera menelusuri permasalahan tersebut. Bahkan, pihak Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana mengancam, jika sebelumnya nelayan yang menerima bantuan tersebut memberikan keterangan palsu maka kartu nelayannya akan ditarik.

Kekisruhan terjadi pascapara nelayan mendapat bantuan mesin tempel perahu BBG beberapa waktu lalu. Para nelayan yang menerima bantuan tersebut diduga memindahtangankan bantuanyanya atau dijual sehingga diprotes oleh nelayan-nelayan lain yang tidak mendapat bantuan BBG.

“Saya heran  karena tidak mendapat bantuan mesin, padahal memiliki jukung dan telah memberikan keterangan jujur kepada petugas termasuk Kepala Dusun kalau jukungnya masih diperbaiki. Tetapi, ternyata saya dicoret dan justru yang mendapatkan warga yang meminjam jukung,” kata Burham, salah seorang nelayan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Prebekel Cupel, Usman. Meskipun demikian dengan adanya hal tersebut pihaknya juga sudah menyampaikan ke Kepala Dusun agar mengecek langsung terkait permasalahan tersebut. Saat penyerahan beberapa waktu lalu, pihaknya juga ikut memantau. Memang ada satu penerima yang belum memiliki kartu nelayan, tetapi sudah teregister.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi dan mengecek kebenaran info itu. Dan nanti jika benar ditemukan maka pihak Dinas akan mencabut bantuan tersebut. Selain itu, kartu nelayan ditarik dan dikeluarkan dari anggota nelayan karena sudah dianggap tidak serius menjadi anggota.

Bahkan, asuransi tidak diusulkan dan namanya nanti akan di-blacklist, jika status saja tetapi tidak meningkatkan produktivitas. “Saya akan cek dulu protes tersebut. Bila memang ada begitu, kami akan evaluasi. Pertama kita tarik kartu nelayannya dan tidak masukkan lagi anggota nelayan,” katanya.

Lebih lanjut, Maharimbawa mengatakan, proses pendataan dan penyerahan bantuan sudah melalui proses verifikasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pihaknya juga sudah sering mengingatkan pada penyuluh dan pihak-pihak terkait yang melakukan pendataan untuk profesional dan proporsional, tidak memprioritaskan orang dekatnya.

Sementara, terkait adanya penerima yang belum memiliki kartu nelayan, kemungkinan bisa terjadi. Karena dari total 10 ribu nelayan terdata, yang baru mengantongi 4.900-an nelayan. Namun, penerima ini sudah teregister di data nelayan. Bahkan, di pusat juga terjadi perubahan kartu nelayan dari semula hanya untuk nelayan, kini diperluas untuk pelaku perikanan (pembudidaya dan pengolahan ikan). Sehingga fisik kartu nelayan belum diterima sejak pertengahan tahun lalu. ”Penerima kartu ini bukan hanya nelayan. Namun bantuan kusus mesin BBG ini dikususkan untuk nelayan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan sebanyak 1.305 unit mesin tempel konversi dari BBM ke BBG berkekuatan 9 PK untuk nelayan se-Jembrana. Bahkan, ribuan mesin tersebut sudah didistribusikan kepada masing-masing nelayan yang berhak menerima bantuan dan memenuhi syarat yang ditentukan. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *