Jika ingin kompetitif, stake holder wajib terapkan SNI

MANGUPURA, POS BALI – Penerapan Standarisasi Nasional Indonesia dinilai perlu digaungkan, hal tersebut melihat tantangan negara Indonesia kedepan semakin berat dengan persaingan antar negara yang semakin ketat. Setiap organisasi dan perusahaan dinilai perlu meningkatkan kesadarannya, dalam mergembangkan mutu serta menghasilkan produk yang berkualitas sesuai SNI. Sehingga produk di Indonesia bisa bersaing dengan produk lainnya. ” Jika pelaku usaha ingin memperluas pasar, utamanya mengarah ke pasar internasional, penerapan standar semakin penting dan perlu,”terang Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Badan Standarisasi  Nasional (BSN), Budi Rahardjo disela-sela mengikuti sidang ISO/TC 176 yang berlangsung Rabu (14/9) kemarin di Discovery Kartika Plaza.
Dipaparkannya setiap organisasi terutama pelaku usaha perlu segera menyiapkan strategi sebaik mungkin dalam meraih dan memenangkan peluang pasar. Untuk itu penerapan standarisasi nasional adalah salah satu caranya. Apalagi hal tersebut juga merupakan upaya perlindungan konsumen dan industri dalam negeri, dari gencarnya produk impor yang harganya lebih murah tetapi tidak memililki jaminan kualitas dan keamanan.  “Salah satu upaya mendorong hal tersebut, dalam waktu dekat ini kami di BSN mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawes Selatan untuk menyelenggarakan Indonesia Quality Expo (IQE). Kegiatan ini sekaligus memperingati Bulan Mutu Nasional yang akan berlangsung di Grand Clarion Convention, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 24sampai 26 Oktober 2017,”ujarnya.
Kerjasama IQE dan kegiaten bulan mutu nasional tersebut dipaparkannya akan menjadi sarana untuk bertukar informasi, serta menyatukan tekad bersama dalan upaya meningkatkan daya saing nasional. Hal tersebut sekaligus merupakan salah satu upaya dalam memenangkan persaingan global. Kegiatan tersebut nantinya meliputi seminar Nasional Standarisasi yang melibatkan sekitar 600 orang, pertemuan dan presentasi Ilmiah Standarisasi (PPIS), Temu Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTIAN), Seminar “Standar untuk pembangunan lingkungan yang berkelanjutan (ISPO/ Manajemen Energi)”, Talkshow UMKM, Bedah SNI ISO 37001, bedah SNI Produk Unggulan Sulawesi Selatan, dan masih banyak lagi. “Anak-anak sekolah dan siswa juga akan dilibatkan dalam kegiatan side even expo, sehingga usia muda seperti mereka sudah teredukasi pentingnya produk SNI,”paparnya.
Dalan kegiatan IQE nantinya akan diikuti oleh beberapa organisasi dan perusahaan, yang akan memamerkan berbagai produk ber standar. Selain perusahaan lembaga sertitikasi dan laboratorium terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) juga akan ikut terlibat, sehingga masyarakat pengunjung tidak hanya bisa membeli produk SNI tapi juga bisa berkonsultasi bagaimana menerapkan atau mensertifikasi SNI. “Di stand BSN nanti rencananya akan dibuka klinik Standardisasi yang memungkinkan pengunjung dapat berkonsultasi secara gratis tentang SNI,”imbuhnya. 023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *