Jembatan Tukad Bangkung Dijejali Sampah

posbali.id

PELAGA, POS BALI ONLINE – Jembatan panjang nan tinggi yang menjadi kebanggaan masyarakat Pelaga, Petang kini dipenuhi sampah. Tepat di bawah jembatan Tukad Bangkung dijejali sampah. Kondisi itu pun diunggah di media sosial Facebook.

“Mohon ditanggulangi sejak dini sebelum bertambah parah sampah plastik yang mulai menumpuk di sayap Jembatan Bangkung, kasihan daerah yang sudah menjadi objek wisata tercemar sampah. Suksma, “ kicau pengguna Facebook bernama Made Darsika, Minggu (21/8) kemarin.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Putu Eka Merthawan pun kaget saat dikonfi rmasi, kemarin. “Gawat,  ini harus ditangani secara tuntas. Karena hulu sungai Ayung harus steril,” katanya.

Kata dia, tim pemantau kebersihan Jembatan Tukad Bangkung dan sekitarnya segara akan diefektifkan dan jumlahnya juga akan diperbanyak. “Karena saat ini baru ada dua orang petugas untuk Kecamatan Petang. Pola penanganan sampah dari sumbernya akan ditangani mulai minggu ini. Kami akan petakan dan pantau detail titik masalah sampah yang saat ini berisiko, ” tuturnya.

Ketua Komisi II DPRD Badung, Nyoman Dirgayusa memberikan respons terhadap munculnya sampah di areal Tukad Bangkung itu. Apalagi Pemerintah Badung mau mendengungkan desa wisata dan kalau sampah-sampah tersebut sampai dipertontonkan, tentu ini sangat memalukan. Apalagi sampah tersebut bertebaran di desa asal Bupati Badung. “Kalau memang benar ada banyak sampah plastik tentu kami menyayangkan dan sangat miris mendengarnya, ” tandas Dirgayusa saat dikonfi rmasi, kemarin.

Kata dia, kalau mengacu kepada konsep Bung Karno, yakni Tri Sakti sangat menyimpang sekali dan generasi belum mampu menangkap hal itu. Hanya menekankan pembangunan yang dilihat perspektif materi. “Saya tidak mengatakan tidak diabaikan tapi terkesan dipinggirkan, tapi kita melihat idealisme Bung Karno, pertama pembangunan karakter building dan konsep ini keluar. Sehingga, sampah itu akumulasi waktu, penempaan pembangunan itu harus dimulai dari mental. Mental bersih dan lingkungan sekitar juga bersih. Apalagi mencanangkan desa wisata di Plaga,” tegasnya.

Lebih lanjut,  pemerintah sebagai regulator, SKPD terkait sebagai leading sector mesti bertindak cepat. Dengan teknologi amat sangat canggihnya, hal ini mesti cepat diantisipasi. sehingga tidak menjadi pokok persoalan. Dia juga menyindir sejauh ini, DKP juga memiliki program pengolahan sampah melalui 3R (Reuse, Reduce, Recycle/menggunakan kembali, mengurangi dan daur ulang), sehingga hal ini mesti dipertajam dengan tindakan konkret yang bermanfaat bagi masyarakat. “Mengedukasi penting untuk menjaga kebersihan. Mindset nya harus berubah, kalau kita mau membangun fi sik siapkan metal,” terangnya. 020

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!