Jelang Pilgub Bali 2018, Isu Primordialisme Berpotensi Pecah Belah Persatuan

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Menjelang Pilkada serentak dan Pilgub Bali 2018, masyarakat Bali harus lebih waspada terhadap kelompok orang untuk memanfaatkan isu primordialisme untuk menginjak nginjak perbedaan untuk memecah belah persatuan. Karena itu, Bali seharusnya menjadi daerah yang paling berhati-hati dan harus paling dijaga oleh pemerintah pusat mengingat citranya tidak saja level provinsi melainkan nasional bahkan internasional. Apalagi sebelumnya sudah terbukti, Bali pernah disasar oleh kelompok radikal.

Hal itu disampaikan, Direktur Eksekutif Chartra Politik Yunarto Wijaya yang mengatakan, Bali merupakan daerah yang beranekaragaman dan sebagai tempat pariwisata juga menjadi tempat yang terbuka bagi bergai macam perbedaan. Tetapi kalau sudah masuk wilayah politik saat Pilgub Bali apapun bisa terjadi, bahkan serangan teroris pernah menyasar Bali secara khusus. Kemungkinan goncangan stabilitas di Bali akan membawa dampak dan memberikan image buruk bagi negara, karena Bali menjadi sorotan utama dan dikenal di seluruh dunia.

“Jadi menurut saya ketika melihat pilkada DKI dan menjadi ajang pemanfaatan orang yang menebar isu primordialisme yang membuat kekisruhan hingga saat ini, jangan sampai ini terjadi di Bali. Untuk itu Bali harus dijaga sebab keanekaragaman ada di Bali serta sudah lama diterapkan. Karena itu, jangan sampai paham radikal masuk ke Bali,” ungkapnya usai menghadiri Dialog Sosial Kebangsaan serangkaian Musda dan Pelantikan Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali di Denpasar, Sabtu (27/5) malam.

Hal lain dikatakan oleh Ketua INTI Bali I Wayan Sudiarta menegaskan untuk menjaga keutuhan NKRI, INTI Bali kedepan justru mempunyai tanggung jawab yang lebih besar karena mengingat kondisi negara yang akhir-akhir ini mengalami permasalahan budaya maupun agama. “Pendirian INTI adalah organisasi sosial yang berwawasan kebangsaan. Jadi disinilah saatnya bersama-sama dengan pemerintah dan komponen masyarakat di Bali untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Sebab NKRI itu adalah harga mati dimana Pancasila adalah ideologi negara kita yang dibangun susah payah,” ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, INTI yang sudah berdiri selama 16 tahun, dan 10 tahun INTI di Bali sudah mempunyai landasan yang kuat. Selain itu juga punya program setiap tahunnya dengan 3 pokok agenda yaitu Imlek, 17 Agustus dan Sumpah Pemuda sebagai organisasi sosial kebangsaan salah satunya dengan Dialog Sosial Kebangsaan ini. “Bukan hanya wacana saja tetapi implementasinya kami lakukan dengan membangun kekuatan ekonomi dengan mengentaskan kesenjangan sosial dan pengangguran. Sebagaimana diketahui program dari INTI juga membantu sodara kita yang membutuhkan,” tandasnya. 016

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!