Jelang Kuningan Harga Janur Meroket

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Beberapa hari jelang perayaan Hari Raya Kuningan, berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pembuatan banten mulai diburu oleh masyarakat. Seperti halnya janur, yang dipergunakan sebagai salah satu bahan pembuatan banten mulai ramai dibeli masyarakat.

Pantauan POS BALI, di kawasan tempat parkir, Jalan Sulawesi (sebelah timur Pasar Badung), Senin (6/11/2017). Sudah ada banyak pedagang janur, yang menjajakan barang dagangannya di atas mobil Pick Up. Begitu pula sudah ada banyak pembeli yang berebut memilih janur terbaik.

Seorang penjual janur, Ni Nengah Suci mengatakan, sejak hari ini (kemarin, red) masyarakat yang membeli janur mulai meningkat tajam. Hal ini terjadi karena sudah mendekati H-2 Penyajaan Kuningan. “Memang hari ini puncak ramainya pembeli yang membeli janur, karena sudah dekat Hari Raya Kuningan,” katanya.

Ia mengaku kewalahan dalam melayani para pembeli, sebab semua berebut ingin memilih mana saja janur yang keadaannya bagus. “Memang sangat ramai yang membeli, dan selain hari ini sebagai puncak ramai pembeli. Menurut pengalaman saya, kondisi ramai pembeli seperti ini masih akan terjadi hingga dua hari kedepan,” ungkapnya.

Untuk harga janur yang ia jual, rata-rata seharga Rp20 ribu pergabung (perikat). Menurutnya harga janur saat ini meningkat dibandingkan pada saat Galungan. “Harga janur jelang Kuningan ini memang lebih mahal dari Galungan lalu, karena permintaan janur untuk Kuningan sendiri lebih banyak ketimbang Galungan.” Sebutnya Suci. Permintaan janur yang meningkat mendekati Kuningan ini disebutnya terjadi, karena masyarakat membuat lebih banyak jejahitan pada saat Kuningan.

Suci menambahkan, janur yang ia jual seluruhnya berasal dari Malang, Jawa Timur. Ia mengungkapkan, harga janur lokal sendiri cenderung lebih mahal, dan jarang ada yang menjual. “Kalau janur lokal saya tidak jual, memang kualitasnya lebih bagus, tapi saat mau hari raya seperti ini masyarakat lebih banyak yang memilih membeli janur yang lebih murah,” sebutnya.

Pembeli janur yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, ia selalu membeli janur saat menjelang Hari Raya. Menurutnya, membeli beberapa hari sebelum hari raya harganya bisa lebih terjangkau. “Saya kira belum ramai pembeli, begitu saya sampai disini ternyata sudah ramai sekali. Nanti janur ini akan saya gunakan untuk membuat berbagai macam jejaitan,” ucapnya.

Sementara itu, pedagang yang menjual berbagai jejaitan yang dibutuhkan ketika Kuningan sudah mulai menjamur. Sebagian besar pedagangnya, merupakan pedagang yang sebelumnya menjual berbagai bahan perlengkapan penjor. Namun dikatakan penjualan berbagai jejaitan ini belum mengalami peningkatan.

Seorang pedagang yang berjualan di Pasar Kumbasari, tepatnya yang berada di Jalan Gunung Kawi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hingga kini penjualannya belum mengalami peningkatan dan cenderung sama seperti hari biasa. “Sampai saat ini memang masih sepi, biasanya dalam dua hari kedepan baru mengalami banyak peningkatan,” kata

Belum adanya peningkatan penjualan ini, disebutnya terjadi karena banyak masyarakat yang telah membeli berbagai kebutuhan jejaitan sebelumnya. “Menurut saya banyak orang telah membeli jejaitan seperti ini sekalian saat belanja untuk Galungan. Semoga saja dalam dua hari kedepan pembelinya bisa meningkat,” sebutnya.

Menambahkan, ia menjual Tamiang, Sampian Sambutan, Tumpeng Kuning serta perlengkapan lainnya, yang rata-rata seharga tiga ribu Rupiah. “Biasanya semua yang saya jual habis sebelum hari raya. Saya harap saat Hari Raya Kuningan ii juga sama,” pungkasnya. rah

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!