Jelang IMF-WB BNPB Gelar Gladi Simulasi Evaluasi Bencana

posbali.id

NUSA DUA, POSBALI.ID – Jelang menjadi tuan rumah Annual Meeting International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) sekitar Oktober mendatang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merancang model-model simulasi evakuasi ringan hingga terburuk.

Menurut Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja mengakui, pihaknya berupaya memudahkan evakuasi bencana, maka akan membentuk Posko Induk dan mengatur pelaksanaannya dengan SOP. “Bila benar-benar terjadi bencana akan menjadi krodit,” ungkapnya saat Gladi Parsial Pengamanan dan Evakuasi Bencana Alam yang diselenggarakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pantai Bengiat, Nusa Dua, Badung, Kamis (12/4/2018) siang.


Insert : Rancang model-model simulasi evakuasi ringan hingga terburuk.

Dikatakan, gladi ini untuk merancang SOP yang tepat dan efektif, maka pihaknya akan terus melakukan percobaan-percobaan serta menentukan titik-titik penempatan sarana dan prasarana penanggulangan. Ia mengharapkan, masyarakat ikut mendukung pelaksanaan acara tersebut serta menularkan kesadaraannya dalam menghadapi bencana. “Kami tetap minta kerjasama semua pihak, termasuk media massa karena urusan bencana merupakan urusan bersama,” ungkapnya.

Gladi secara utuh akan dirangkaikan dengan kegiatan perayaan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada tanggal 26 April mendatang. Pemilihan kegiatan tersebut untuk memperingati kelahiran Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dilain pihak, Dansat Kolonel Laut Sawa mengaku menyiapkan sarana dan prasarana gladi parsial berupa 1 Kapal jenis Bantu Rumah Sakit KRI DR Soeharso-990, Landing Craf Unit (LCU), Helicopter, Sea Reader, Perahu Karet.

Selain itu, pihaknya melibatkan Lanal Denpasar maupun anggota Pramuka Kwarda Bali. Tiga tempat “landing” helicopter telah disiapkan dengan jarak tempuh sekitar tiga menit dari KRI Soeharso-990 yakni Helipad Peninsula di bibir pantai, Lapangan Hotel St. Regis berada 50 meter dari bibit pantai dan Lapangan Lagoon berjarak 1 km dari bibir pantai. “Jika terjadi bencana kita hanya punya waktu sekitar 10 jam untuk mengevakuasi semua tamu keluar Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Dewa Putu Mantera, SH.MH mengakui Pemprov Bali mendukung penuh gladi pengamanan dan evakuasi becana alam dalam rangka menjadi tuan rumah Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) World Bank. “Upaya itu sebagai bentuk kesiapan dan menjaga nama baik negara karena mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah,” katanya.

Selain itu dikatakan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama dan selanjutnya akan rutin dilakukan dengan melibatkan lebih banyak komponen. Untuk itu, pihaknya mampu melakukan evakuasi untuk menemukan formasi evakuasi yang paling efektif. “Pasalnya Bali akan kedatangan sekitar 20 ribu tamu, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara maupun warga setempat,” jelas Kepala Badan Kesbangpol Bali itu. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!