Jelang Galungan dan Kuningan, Dagang Bahan Penjor Menjamur

posbali.id

GIANYAR, POS BALI ONLINE – Jelang hari raya Galungan dan Kuningan, pedagang bahan penjor mulai menjamur di beberapa tempat, salah satunya di seputaran Jalan Astina Selatan Gianyar. Pedagang bahan penjor itu menggantung bahan penjor, seperti gantungan, sampian hingga padi.

Komang Artayasa, Senin (23/10/2017) mengatakan dirinya baru buka. Pria asal Desa Sumut Gianyar ini mengaku, biasanya bekerja di travel mengantar tamu, ia berdagang perlengkapan membuat penjor hanya menjelang hari raya Galungan dan Kuningan saja. “Kalau hari biasa, kios ini tutup, tapi sudah saya sewa satu tahun Rp 5 juta. Kalau jelang Galungan dan Kuningan baru saya buka,” jelasnya.

Ditanya modal usahanya, Artayasa mengaku harus merogoh koceknya sekitar Rp 40 juta. “Kalau enam bulan lalu, pemasukan saya Rp 60 juta, jadi saya dapat untung sekitar Rp 20 juta,” jelasnya. Untuk bahannya, ia mengaku membeli ental di daerah Sumbawa seharga Rp 20 juta. Selanjutnya, ental yang diperoleh dari Sumbawa dirangkai menjadi bahan untuk penjor.  “Selain merangkai ental, bahan ental juga dia jual kembali kepada pedagang di wilayah Gianyar, Klungkung dan Bangli, satu ikatan seharga Rp 350 ribu,” jelasnya.

Khusus untuk bahan penjor seperti gantung-gantungan dia jual seharga Rp 150 ribu termurah dan termahal bisa sampai Rp 2 juta. Untuk gantungan penjor ini juga ada pedagang yang membelinya kembali. “Jadi dagangan saya ini dibeli sama tukang penjor bisa, dibeli sama pedagang bahan beginian juga bisa,” pungkasnya. 011

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!