JBT ingin kawasan sepanjang jalan tol semakin hijau

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Membuat kawasan sepankang pinggir jalan tol Bali Mandara menjadi hijau, merupakan target yang ingin dicapai pihak Jasamarga Bali Tol (JBT). Dengan semakin hijaunya pemandangan jalan tol, maka panorama yang ditampilkan akan semakin memikat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak JBT terus menggalakan aksi penanaman mangrove. Dimana sampai saat ini sudah ada 45 ribu bibit mangrove yang ditanam oleh JBT di sekitar area tol Bali Mandara. Bahkan Jumat (23/11) pihak JBT menanam 10 ribu bibit mangrove di area Tahura Ngurah Rai titik Benoa. “Memang penanaman bibit mangrove kali ini yang terbesar yang pernah kita lakukan. Kalau dulu dalam setiap kegiatan kita menanam sekitar 3000-5000 bibit mangrove. Kali ini penanamannya bisa dibilang cukup masif dilakukan,”ujar Direktur Utama Jasamarga Bali Tol, Enkky Sasono disela-sela acara tanam mangrove serangkaian Hut ke-7 JBT.

 

Dipaparkannya jika dilihat dari kebutuhan, kondisi di sekitar jalan tol sejauh ini memang masih cukup banyak perlu ditanami mangrove. Secara luasan pihaknya memang tida pernah menghitung hal itu, namun jika masih ada kawasan yang dirasa kurang hijau, maka akan terus ditanami. Namun secara pribadi ia melihat kondisi mangrove di sepanjang area tol Bali Mandara sudah semakin rimbun dan sudah semakin rapat. “Kegiatan ini semua di tujukan untuk upaya pelestarian alam Bali, menjaga keasrian lingkungan hidup. Kita berharap kegiatan semacam itu bisa dilakukan secara berkesinambungan. Tentunya dengan kesadaran bahwa tanggung jawab tentang kualitas kehidupan generasi mendatang menjadi tanggung jawab kita saat ini,” harapnya.

 

Adapun pihak yang terlibat dalam aksi tanam mangrove tersebut diakuinya berjumlah ratusan orang. Mereka terdiri dari para siswa sekolah yang ada di Denpasar, pemegang saham JBT, Pelindo III, Angkasa Pura I, ITDC, Pemrov Bali, Pemkab Badung dan mitra kerja dari JBT. Komitmen menjaga lingkungan diakuinya bukan hanya dilakukan dengan mananam mangrove, melainkan juga pelepasan 500 ekor tukik yang akan dilaksanakan Minggu (25/11) di Pantai Kuta. Melalui kesempatan tersebut pihaknya sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan pembersihan pantai.

 

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali, Drh Luh Ayu Aryani yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengaku sangat mengukung kegiatan tersebut. Sebab itu merupakan bagian langkah konservasi tanaman mangrove. Namun hal itu memang perlu lebih digiatkan lagi, sebab luasan mangrove yang ada di sekitar benoa itu sekitar 1373,50 hektar. “Saat ini, untuk hutan mangrove di sekitar Benoa sekarang sudah mulai lebih baik, dan sudah tertata. Selain itu dari segi kebersihan, sampah-sampah sudah mulai berkurang,”sebut Aryani. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!