Jaringan DSDP Tebar Bau Busuk, Warga Minta Penanganan Permanen

posbali.id
Mangupura, posbali.id – Warga Kuta yang bermukim di Gang Arjuna jalan Bene Sari dibuat naik pitam, dengan tidak optimalnya jaringan DSDP yang melintang di jalan perumahan warga. Pasalnya ujung dari pipa DSDP diduga tidak mampu mengalirkan cairan limbah rumah tangga warga. Alhasil cairan berwarna pekat dengan bau menyengat tersebut meluber di depan salah satu rumah warga. “Limbah itu keluar dari celah-celah penutup DSDP ini, mungkin karena alurnya tersumbat di dalam. Baunya  ini sangat menganggu warga sekitar,”terang Wayan Sarka selaku salah satu warga terkait ditemui Rabu (14/11).

 

Dipaparkannya, kondisi tersebut sebenarnya sangat sering terjadi dan berulang berkali-kali sejak sekitar tiga bulan lalu. Melihat kondisi tersebut, warga diakuinya tidak lah tinggal diam. Namun sayangnya upaya penanganan swadaya dengan maksud memperlancar aliran, ternyata tidak terlalu mampu berpengaruh. Hal tersebut diperkirakan karena saluran ujung DSDP tersebut posisinya memang agak lebih rendah dibandingkan saluran penyambungnya. “Kita (warga) sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan ini kepada DSDP. Tapi sama saja, penanganan yang dilakukan oleh pihak DSDP juga hanya bersifat sementara. Karena luberan semacam itu masih saja terjadi. Kami harap DSDP bisa memberikan solusi permanen supaya tuntas,”bebernya sembari mengaku warga sebenarnya sudah sangat bosan menghadapi hal semacam itu.

 

Sementara selaku tokoh masyarakat Kuta, Nyoman Graha Wicaksana juga sempat melakukan pengecekan terhadap keluhan warga itu. Dirinya berharap, pihak DSDP segera turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi dan mempolakan pembenahan yang bersifat permanen. “Jangan biarkan ini terlalu sering terjadi. Saya dorong DSDP sikapi permasalahan ini secara tuntas. Bukan sekedar yang bersifat sementara. Tapi yang bersifat permanen,” tegasnya.

 

Selain warga, sambung Graha, persoalan semacam itu juga dipandang sangat mengganggu kenyamanan pariwisata. Mengingat gang Arjuna itu, notabene berada di tengah-tengah area tujuan wisata. “Bau tidak sedap yang dimunculkan itu sangat menggangu. Bukan hanya warga, tapi juga wisatawan. Jadi tolong, segera sikapi masalah ini,” desak mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta yang terkenal vokal itu. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!