Jamin Eksistensi Nelayan melalui Perda Bendega 

posbali.id
Kegiatan memancing yang mulai digagas oleh seka truna, dalam perayaan HUT STT dinilai merupakan suatu bentuk dari perlindungan kepada nelayan. Dimana tradisi memancing yang identik dengan nelayan, dinilai perlu semakin digalakkan. Sebab hal itu sekaligus bentuk dukungan dalam penguatan Perda Bendega, yang draftnya sudah dibuat dan disosialisasikan serta dikomunikasikan ke Pemerintah Daerah. “Saya harap kegiatan memancing ini bisa terus digalakkan oleh seka teruna, sehingga profesi nelayan ini tidak punah. Kalau bisa setiap kegiatan ini dimatangkan dan diajukan proposalnya ke Dinas Perikanan, Pertanian dan Kelautan kabupaten Badung,”ujar salah seorang anggota DPRD Badung dapil Kuta, IGN Sudiarsa.

 

Dipaparkannya, Perda Bendega adalah Perda yang mengatur perlindungan kepada nelayan dan masyarakat yang beraktifitas di laut, dengan mengadopsi konsepsi Tri Hita Karana. Yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam (palemahan), manusia dengan sesama (pawongan) dan manusia dengan tuhan (parhyangan). Sehingga tidak ada lagi ada istilah pura yang tidak diperhatikan, wilayah pesisir yang terklaim investor dan aktifitas nelayan yang tidak terproteksi. “Jadi ini adalah bentuk perlindungan kepada masyarakat yang beraktifitas di laut, yang bermata pencaharian di pantai. Serta menjaga wilayah dan melestarikan pura dari para nelayan,”sebutnya.

 

Pihaknya di dewan mengaku berkomitmen melindungi eksistensi nelayan, melalui Perda Bendega. Karena seiring perkembangan pariwisata, eksistensi nelayan diharapkan tetap terjaga. Begitupula tempat penambatan jukung nelayan juga akan dilindungi adanya dan kedepan dikembangkan menjadi kegiatan yang meningkatkan taraf hidup nelayan. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!