Jalankan Program, Kepala DKP Lobar Dituding tak Libatkan Jajaran

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar H. Ahmad Subandi diprotes jajarannya di DKP setempat. Penyebabnya, pimpinan SKPD itu dinilai berjalan sendiri tanpa melibatkan jajarannya dalam sejumlah program.

Salah seorang pejabat di DKP Lobar yang menolak disebutkan namanya mengeluhkan pembagian tugas dan fungsi di instansinya yang tak berjalan maksimal. Selain tak dilibatkan sesuai Tupoksinya, suasana kerja di DKP Lobar kurang berjalan harmonis.

Pejabat setingkat Kepala Seksi tersebut mengaku sudah lama di DKP tersebut, hanya saja tidak pernah dilibatkan dalam program di bidang terkiait. “Kasarnya saya tidak dipakai dan tidak dikasi tugas sesuai tupoksi saya oleh pimpinan dinas,” ungkapnya, Selasa (9/8).

Tak hanya itu, posisinya sebagai Sekretaris pada salah satu program juga tak berarti apa-apa. Tak dilibatkan dirinya oleh pimpinan DKP Lobar dengan berbagai alasan. Salah satu alasan atasannya adalah bahwa program yang dimaksud sudah berjalan, sehingga harus  menunggu tahun berikutnya. Parahnya lagi, dirinya sempat diusulkan dipindah oleh Kepala DKP Lobar tanpa ada kesalahan yang jelas.

Dia juga mengungkapkan adanya beberapa kejanggalan pengelolaan pada dinas terkait, seperti sewa alat berat yang ada di dinas tersebut. Sejauh ini, hasil sewa alat tersebut tak jelas. “Itu jadi pertanyaan kami juga,”jelasnya memprotes.

Dilain pihak, Ketua Pokmaswas Meninting Batulayar, Rusman juga mengakui bahwa pihaknya tak pernah mendapat perhatian Pemda Lobar dalam hal ini DKP. “Kalau turun pengawasan saya diajak, tapi giliran pembinaan kami tak pernah diperhatikan,”jelasnya.

Hal serupa disampaikan Farhan, Ketua Pokmaswas Sekotong. Menurut dia Pokmaswas di daerah Sekotong tak pernah diperhatikan dinas, padahal anggota pokmaswas ini tetap aktif dibawah. Namun demikian, dia patut berbangga, pasalnya, kendati kurang diperhatikan  Pokmaswas yang dipimpinnya sudah banyak mendapat prestasi seperti pada beberapa kejuaraan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten. “Meskipun tak diperhatikan, kami tetap jalan,”jelasnya.

Terkait itu, Kepala DKP Lobar, H. Ahmad Subandi membantah tudingan yang dialamatkan padanya. Menurut dia, terkait pelibatan pejabat di internal dinas telah disesuaikan dengan tugas dan tupoksinya. Jika tak sesuai dengan tugasnya, maka tidak mungkin dilibatkan. “Masak dia mau terlibat pada program bukan urusannya,” jelasnya.

Dia menyatakan bahwaKabid dan Kasi hingga staf memiliki tupoksi masing-masing. Pada bagian tupoksinya ini, mereka mengelola anggaran masing-masing. Pengalokasian program dan anggaran ini sendiri ada mekanisme di bidang atas usulan dari jajaran. Tambahnya, dalam setiap pekerjaan ada saja staf yang kurang puas apalagi campur dengan tidak senang dengan pimpinan. Terkait usulan pemindahan staf jelasnya, ia berhak mengusulkan pindah jika tak nyaman dengan kinerjanya. “Sama kayak saya, kalau bupati tidak nyaman dengan saya ya diberhentikan,” ujarnya meluruskan.

Lalu bagaimana dengan keluhan Pokmaswas ? Subandi meminta agar Pokmaswas itu instrospeksi diri. Alasan tak diperhatikan itu seharusnya menjadi pelajaran, Pokmaswas kata dia, harusnya rajin melapor kejadian apa yang terjadi dilaut seperti kondisi karang. Termasuk jika kalau ada yang tenggelam dan terlantar di laut pernah dilaporkan. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!