Jalan Dewi Sri 1 mulai dapatkan penataan drainase awal

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Ketiadaan Got di jalan Dewi Sri I tidak dipungkiri membuat jalan aspal di bekas tanah LC (Land Consolidation) tersebut ‘benyah latig’ (compang-camping). Hal tersebut diperparah dengan banyaknya usaha yang dicurigai aliran limbahnya merembes ke jalan. Alhasil tidak sedikit warga maupun pengendara yang mengeluh ketika melintasi jalan tersebut, seiring dengan ramainya pembangunan di tanah yang sering menjadi daerah luapan sungai Tukad Mati tersebut. Untuk menyikapi tersebut, Dinas PUPR kabupaten Badung, Minggu (11/3) melakukan penataan bertahap di daerah tersebut. Dimana disepanjang kanan dan kiri jalan tersebut kini sedang dibuatkan got, untuk mencegah genangan air hujan. “Memang jalan itu selalu menjadi sorotan dan keluhan dari dulu, sebab becek dan compang camping. Itu sudah kita tindaklanjuti untuk masuk dalam Musrenbang dan pak lurah dan LPM terus mengawal hal itu. Akhirnya kemarin itu diatensi, kami berterimakasih walaupun baru atensi awal,”ujar Kaling Legian Kaja, Wayan Riasa, Minggu (11/3).

 

Dipaparkannya tanah tersebut memang tanah bekas LC, tapi tanah tersebut belum disertai drainase dan fasilitas lainnya. Seiring dengan padatnya pembangunan di lahan tersebut, akhirnya lahan tersebut berdiri beberapa usaha dan perumahan. Sayangnya ketika hujan, maka tanah tersebut sering menerima banjir akibat meluapnya aliran Tukad Mati, sementara drainase tidak ada. “Sebenarnya di jalan itu dulu sempat ditinggikan, tapi karena drainase tidak ada, makanya cepat rusak. Apalagi banyak pembangunan di kawasan tersebut, sehingga jalan tersebut juga semakin padat dilalui kendaraan. “Dari informasi pihak PUPR katanya memang langkah pertama itu dibuatkan got atau drainase di kedua sisi jalan dengan kedalaman kira-kira 70 cm. Itu untuk memperlancar aliran air dulu, kedepan barulah akan ditata secara mendetail dan diaspal ulang,”paparnya.

 

Selain itu pada titik ruas jalan yang memiliki kondisi lebih rendah, juga diakuinya akan diurug dengan lem stone setinggi 30 cm. Untuk saluran drainase nantinya akan bermuara ke Tukad Mati. Disisi lain, genangan tersebut diketahuinya juga berasal dari cairan pengolahan limbah mik usaha setempat yang merembes ke badan jalan. Untuk itu kedepan keberadaan DSDP juga agar bisa masuk ke wilayah tersebut, jangan sampai penataan yang dilakukan Pemkab Badung saat ini malah mubazir karena persoalan tersebut. “Usaha tersebut sebagian besar sebenarnya mempunyai septictank,  tapi ini seolah meluap. Apa karena tidak optimal atau bagaimana kita juga tidak tahu. Kedepan ini yang perlu ditindak tegas, sebab ini sudah beberapa kali kita peringatkan tapi masih kita temukan,”imbuhnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga kabupaten Badung, Sang Oka Nyoman Parmana membenarkan hal tersebut. Dimana gorong-gorong yang dibuat sifatnya sementara dahulu, sebagai langkah awal agar jalan tersebut tidak terendam air hujan. “Saluran got itu sementara dari tanah dan penambalan dengan coldmix. Nanti di perubahan akan diusulkan peningkatan,”singkatnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!