Jagat Politik Memanas

posbali.id

Raka Santeri

TIDAK pelak lagi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang akrab dipanggil Ahok, telah menjadi sumbu panasnya politik di Indonesia. Bahkan suhu perpolitikan di Bali pun sudah mulai ikut menghangat.

Percikan api terakhir yang disulut Ahok menyangkut Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Gara-gara Ahok menyebut Surabaya hanya sebesar Jakarta Selatan, sehingga pembangunannya tidak bisa dibandingkan dengan DKI yang memiliki lima kota dan satu kabupaten, Rismaharini jadi marah-marah. Disamping Ahok dianggap sering membanding-bandingkan pembangunan di Jakarta dengan Surabaya, Risma meminta Ahok berbicara memakai data. “Luas Surabaya itu hampir separuhnya luas DKI, dan itu saya sendiri yang pimpin,” ujar Risma , Kamis (11/8) seperti dikutip media.

Risma menjelaskan luas Surabaya 374,8 kilometer persegi, sementara luas DKI 661,5 kilometer persegi. Uang Surabaya di APBD hanya Rp7,9 triliun, sementara DKI Rp64 triliun. “Tetapi kami bisa membangun trotoar, sekolah gratis, kesehatan gratis, bahkan memberi makan orang-orang jompo setiap harinya. Surabaya bisa melakukan semua itu karena menerapkan manajemen dan efisiensi anggaran yang cukup ketat,” ujar Risma.

Menanggapi kemarahan Risma, Ahok lalu menyebut hal itu terjadi gara-gara media yang bertanya. “Bagaimana kalau Bu Risma mau ikut (pilkada DKI Jakarta 2017), dia mempertontonkan trotoar dan tamannya lebih baik,” kata Basuki kepada media di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/8) kemarin.

Menurut Ahok, dia tidak bermaksud untuk merendahkan kinerja Wali Kota Surabaya. Malah dia mengaku belajar dari Risma. “Saya selalu bilang, saya belajar banyak dari Bu Risma,” ujarnya sambil berharap agar dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, seluruh kepala daerah berpengalaman bisa ikut maju untuk saling adu program meraih simpati warga ibu kota.

Sementara itu, suhu politik di Bali juga ikut semakin menghangat. Masyarakat Bali yang akan menyelenggarakan Pilgub 2018, semakin giat mengokohkan nama dua nama calon gubernur: Wayan Koster (PDIP) dan Ketut Sudikerta (Golkar). Kini malah muncul bakal cagub ketiga yang terdiri dari pilihan sejumlah nama, diantaranya mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPD RI Gede Pasek Suardika, dan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. Kubu ketiga ini disebut-sebut akan akan didukung oleh sebuah koalisi partai yang menamakan diri Koalisi Bali Bersih,

Sebagai masyarakat pemilih, tentu kita akan bersyukur jika putra-putra Bali terbaik bisa maju dalam Pilgub mendatang. Pasangan tiga cagub/cawagub kiranya sudah cukup untuk di Bali, agar rakyat dengan jelas bisa menimbang serta membanding-bandingkan program kerja mereka.

Disamping program kerja, pengalaman menunjukkan bahwa soal dana yang tersedia untuk mendukung mulai proses pencalonan, kampanye, sampai pemilihan, tidak kalah pentingnya. Hal ini terjadi karena praktik politik uang sering disebutkan sebagai penyebab utama mahalnya biaya politik pada setiap pemilihan kepala daerah. Akibatnya adalah seperti contoh yang terjadi pada kasus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohon, yang tersangkut dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp4,5 miliar. Uang itu diduga untuk membiayai kampanyenya dalam pemilihan wali kota Medan.

Untuk mencegah kejadian seperti itu terulang kembali, sebagai langkah awal diperlukan pengawasan yang ketat terhadap para calon, disamping seleksi yang lebih teliti oleh partai pengusung. “Saat kampanye, biaya yang keluar tidak besar. Justru pada pra-kampanye dan seusai kampanye biaya sangat tinggi. Contohnya, bagaimana seseorang membangun komunitas sehingga saat kampanye dia tinggal menggerakkan pendukungnya,” ujar Direktur Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono, seperti dikutip pers.

Kejadian seperti itu tentu bisa juga terjadi di Bali. Meskipun demikian, semoga calon yang terbaiklah yang akan tetap mememangkan pertarungan dalam Pilgub 2018 nanti. Bali tidak boleh ketinggalan, apalagi kalah, dalam memajukan pembangunan di daerahnya, khususnya dalam pembangunan bidang pariwisata. ***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!